0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pecahkan Rekor, Kasus Harian Corona AS Tembus 50 Ribu

wartaekonomi
wartaekonomi - Fri, 03 Jul 2020 16:36
Dilihat: 34
New York

Pada Kamis (2/7/2020), tercatat kasus baru harian COVID-19 di Amerika Serikat (AS) mencapai lebih dari 50 ribu kasus. Ini jadi hari ketiga secara berturut-turut kasus baru di negeri Paman Sam tersebut melebihi angka 50 ribu.

Dilansir Reuters, penyebaran virus corona dilaporkan terus meningkat di 37 dari 50 negara bagian AS dalam dua pekan terakhir.

Baca Juga: Ditanya Soal Corona, Trump Malah Jawab: Saya Mirip Lone Ranger

Negara bagian Florida jadi yang paling banyak mencatatkan kasus baru pada Kamis (2/7/2020). Wilayah dengan 21 juta penduduknya tersebut mencatatkan angka kasus baru sebanyak lebih dari 10 ribu kasus dalam sehari, lebih banyak dari kasus baru yang dicatat negara-negara Eropa manapun.

Pada awal Juni, rata-rata kasus baru harian COVID-19 di AS mencapai 22 ribu per hari. Namun, satu bulan berselang, hotspot baru virus corona mulai ditemukan dan menyebar dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Di akhir Juni, rata-rata kasus baru harian di AS melonjak menjadi 42 ribu kasus.

Selain AS, hanya Brasil negara yang mencatatkan angka kasus baru harian COVID-19 melebihi 50 ribu kasus.

Pakar penyakit menular kenamaan AS, Anthony Fauci, dalam pertemuannya dengan komite Senat AS pada Selasa (30/6/2020) mengatakan kasus baru harian COVID-19 di AS berpotensi menembus angka 100 ribu per hari apabila tidak ada tindakan skala nasional yang dilakukan.

Semakin masifnya pelaksanaan tes corona, disebut menjadi alasan meningkatnya kasus baru. Namun, dilaporkan pelayanan rawat inap di rumah sakit-rumah sakit AS mulai kewalahan seiring terus bertambahnya pasien COVID-19.

Pesta kembang api

Di tengah melonjaknya kasus COVID-19 di AS, Presiden Donlad Trump diagendakan akan mengunjungi Gunung Rushmore untuk merayakan malam Hari Kemerdekaan AS yang jatuh setiap tanggal 4 Juli.

Trump akan menyampaikan pidato dengan latar empat pendahulunya: George Washington, Thomas Jefferson, Thedore Roosevelt, dan Abraham Lincoln, yang wajah mereka diukir di gunung granit yang berlokasi di Dakota Selatan tersebut. Presiden AS yang terakhir kali mengunjungi Gunung Rushmore adalah George W Bush pada tahun 2002 silam.

Trump seakan tidak khawatir dengan melonjaknya kasus COVID-19 di sejumlah negara bagian AS, bahkan ia terang-terangan menyambut gembira perayaan tersebut. Sebanyak 7.500 orang diprediksi akan hadir dan nampaknya social distancing akan sulit diterapkan.

"Kita akan memiliki malam yang luar biasa. Ini akan jadi pesta kembang api yang belum pernah dilihat kebanyakan orang. Ini akan sangat menyenangkan," ujar Trump, Kamis (2/7/2020).

Hingga berita ini diturunkan, tercatat lebih dari 2,73 juta kasus COVID-19 di Amerika Serikat menjadikannya negara dengan kasus positif terbanyak di dunia. Dari angka tersebut, sedikitnya 128 ribu kasus meninggal dunia.

Sejumlah negara bagian AS memutuskan untuk menutup kembali kegiatan perekonomian mereka, dengan kembali menutup restoran, bar, dan pantai.

Penulis: Redaksi

Editor: Muhammad Syahrianto


Foto: Brian Snyder

Sumber: wartaekonomi

Pecahkan Rekor, Kasus Harian Corona AS Tembus 50 Ribu

Pecahkan Rekor, Kasus Harian Corona AS Tembus 50 Ribu

Pecahkan Rekor, Kasus Harian Corona AS Tembus 50 Ribu

Pecahkan Rekor, Kasus Harian Corona AS Tembus 50 Ribu

Pecahkan Rekor, Kasus Harian Corona AS Tembus 50 Ribu

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya