0
Thumbs Up
Thumbs Down

PBNU Soal Bentrok Muslim-Hindu di India: Kita Protes Keras

Republika Online
Republika Online - Thu, 27 Feb 2020 17:38
Dilihat: 31
PBNU Soal Bentrok Muslim-Hindu di India: Kita Protes Keras

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof KH Said Aqil Siraj, mengatakan jika bentrokan yang terjadi di India dilatarbelakangi masalah agama, maka PBNU memprotes keras.

Namun, jika konflik itu dilatarbelakangi masalah politik dalam negeri India, PBNU tidak bisa ikut campur. "Kalau itu masalah agama kita protes keras, tapi kalau masalah politik kita tidak ikut campur. Seperti Uighur, itu politik itu," ujar Kiai Said di Kantor PBNU, Jalan Kramqt Raya, Jakarta Pusat, Kamis (27/2).

Kendati demikian, menurut dia, pemerintah Indonesia harus tetap berperan untuk menyelesaikan konflik di India. Karena, konflik tersebut mau tidak mau juga melibatkan umat Islam di sana.

"Harus berperan dalam memediasi lah ketika terjadi konflik antar umat islam dan pemerintah setempat. Dan Pak Jokowi udah berperan banyak, di Myanmar terutama. Kalau kami (PBNU) di Afghanistan, Patani," ucap Kiai Said.

Sementara itu, Sekjen PBNU, Helmy Faishal, Zaini menambahkan, bentrokan di Indonesia dipicu protes atas undang-undang kewarganegaraan yang terjadi di India. Hingga kini bentrokan itu sudah memakan korban hingga 20 orang tewas dan 189 luka-luka.

Setelah mencermati bentrokan itu, Helmy pun menegaskan bahwa PBNU mengecam segala bentuk dan tindak kekerasan, termasuk di dalamnya adalah perilaku menyerang pihak-pihak yang dianggap berbeda.

"Perilaku kekerasan bukanlah bukan merupakan ciri Islam yang Rahmatan Lil alamin," kata Helmy dalam keterangan tertulisnya.

Helmy menjelaskan, perdamaian, kebebasan, dan juga toleransi adalah prinsip utama dalam menjalankan kehidupan di samping prinsip Maqaasid Syariah yang terdiri dari hifdhud din wal aql (menjaga agama dan akal), hifdhul nafs (menjaga jiwa), hifdhun nasl (menjaga keluarga), dan hifdhul mal (menjaga harta) dan hifdhul irdh (menjaga martabat).

"Kelima prinsip tersebut merupakan prinsip utama yang harus ditegakkan di manapun bumi dipijak," jelas Helmy.

Korban tewas akibat bentrokan yang menentang Undang-Undang Kewarganegaraan (CAA) di New Delhi itu sudah mencapai 20 orang. Aksi protes tersebut berubah menjadi kekerasan antaragama, di mana sejumlah umat Islam melarikan diri dari rumah-rumah mereka dan beberapa masjid di ibu kota hancur setelah diserang oleh kelompok Hindu.

Bentrokan antardua kelompok agama yang terjadi sejak Ahad lalu belum mereda hingga Rabu (26/2). Beberapa rumah umat Muslim yang ditinggalkan menjadi sasaran penjarahan.

Lebih dari 200 orang dirawat di rumah sakit karena cedera. Mereka rata-rata mengalami luka tembak hingga luka bakar akibat cairan asam, luka karena pemukulan, dan luka karena pelemparan batu.


Berita Terkait
  • Bentrok Hindu-Muslim di India, 24 Orang Tewas
  • Din Syamsuddin Sesalkan Pembakaran Masjid di India
  • Saksi Mata Cerita Aksi Barbar Perusakan Masjid di New Delhi
Berita Lainnya
  • Arsul Sani: Salam Pancasila tak Bisa Gantikan Salam Agama
  • Pasien Diduga Corona di RSHS Pernah Pergi ke Thailand

PBNU Soal Bentrok Muslim-Hindu di India: Kita Protes Keras

PBNU Soal Bentrok Muslim-Hindu di India: Kita Protes Keras

PBNU Soal Bentrok Muslim-Hindu di India: Kita Protes Keras

PBNU Soal Bentrok Muslim-Hindu di India: Kita Protes Keras

PBNU Soal Bentrok Muslim-Hindu di India: Kita Protes Keras

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya