0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pawang Hujan di GP Mandalika Jadi Sorotan Asing, Responsnya Beda dari Netizen Indo!

wartaekonomi
wartaekonomi - Mon, 21 Mar 2022 14:32
Dilihat: 214

Indonesia menjadi tuan rumah perlombaan balap motor papan atas yang diselenggarakan di Sirkuit Internasiona Mandalika, di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (20/3/2022). Indonesia pertama kalinya sejak tahun 1997 menggelar perhelatan balap motor bergengsi itu.

Namun terlepas dari momen bersejarah itu, bukan cuma aksi para pebalap yang menjadi sorotan tetapi juga mengenai seorang wanita yang mampu memikat semua orang. Dia adalah Rara Istiani Wulandari, seorang dukun atau pawang hujan yang dikabarkan direkrut pihak penyelenggara.

Baca Juga: Sulit Betul Jadi Orang PKS, Ngomongin Pawang Hujan Langsung Netizen Nyinyir Banget, Simak!

Dikutip dari Coconuts, pawang hujan itu dikabarkan direkomendasikan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir untuk menunda hujan di Mandalika. Rara dikabarkan sudah membuktikan "kemampuannya" dengan mengalihkan curah hujan selama Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang --di mana Erick menjadi ketua panitia.

Untuk grand prix Mandalika, Rara dipekerjakan oleh Perusahaan Pengembangan Pariwisata Indonesia milik negara, salah satu penyelenggara balapan.

Pawang hujan masih diyakini oleh banyak orang Indonesia memiliki kemampuan untuk menunda hujan dan sering disewa untuk acara outdoor seperti pernikahan.

Yang cukup menarik, ketika akun Facebook resmi MotoGP dan media Jerman praktis memuji aksi Rara tersebut. Namun hal yang sama tidak bisa dikatakan, karena netizen Indonesia punya pandangan lain.

"Tolong bertobat, jangan mencoba untuk menantang kehendak Tuhan," kata seorang pengguna Facebook.

"Masih ada orang yang percaya penipu. Tidak ada lagi yang namanya dukun di dunia ini. Yang ada adalah penipu yang mengaku bisa mengendalikan hujan. Mudah-mudahan, Tuhan memberi kita pencerahan," kata yang lain.

Yang lain justru menyatakan bahwa Rara 'gagal' melakukan pekerjaannya karena hujan tetap turun.

Sementara komentar buruk media sosial mungkin mengganggu beberapa orang, Rara sendiri mengangkat bahu acuh tak acuh.

"Saya tidak punya masalah (dengan komentar seperti itu). Saya katakan dari awal bahwa saya melakukan ini sebagai layanan untuk Indonesia," kata Rara, yang dikabarkan dibayar mahal untuk melakukan pekerjaannya.

Wanita kelahiran Jayapura itu berkomentar bahwa sebenarnya dia diminta untuk memastikan ada hujan untuk memastikan bahwa rute sirkuit tidak terlalu panas. Dengan cara itu, dia mengatakan dia "berhasil" mendapatkan hujan di pagi hari, serta gerimis di sore hari sehingga para pembalap akan merasa nyaman.


Grand prix Mandalika diadakan dari tanggal 18 hingga 20 Maret, yang berpuncak pada antrean penonton yang memadati pada hari perlombaan.

Sumber: wartaekonomi

Pawang Hujan di GP Mandalika Jadi Sorotan Asing, Responsnya Beda dari Netizen Indo!

Pawang Hujan di GP Mandalika Jadi Sorotan Asing, Responsnya Beda dari Netizen Indo!

Pawang Hujan di GP Mandalika Jadi Sorotan Asing, Responsnya Beda dari Netizen Indo!

Pawang Hujan di GP Mandalika Jadi Sorotan Asing, Responsnya Beda dari Netizen Indo!

Pawang Hujan di GP Mandalika Jadi Sorotan Asing, Responsnya Beda dari Netizen Indo!

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya