0
Thumbs Up
Thumbs Down

Papua Impor Vanili, Bea Cukai Terima Pajak Rp2,4 Miliar

wartaekonomi
wartaekonomi - Fri, 03 Jul 2020 19:20
Dilihat: 30
Jakarta

Bea Cukai Jayapura telah menerima bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI) dari hasil importasi komoditas vanili yang berasal dari Papua Nugini sebesar Rp2,4 miliar, Jumat (26/6/2020) lalu. Kepala Kantor Bea Cukai Jayapura, Albert Simo, menjelaskan bahwa pajak impor sebesar Rp2,4 miliar itu diperoleh dari hasil importasi dua belas ton vanili yang masuk melalui Bandar Udara Internasional Sentani, Jayapura.

"Memang benar ada dua kali penerbangan dari dua kota di Papua Nugini, yaitu dari Port Moresby dan Wewak yang dipasok oleh pengusaha di Jayapura," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (3/7/2020).

Baca Juga: Bea Cukai Musnahkan Barang Ilegal Senilai Miliaran Rupiah

Sebelumnya, dijelaskan Albert, telah dilaksanakan impor vanili pada tanggal 5 Juni 2020 dengan menggunakan pesawat Air Niugini yang membawa lima ton vanili. Namun, karena tidak mendapatkan izin dari Pemerintah Provinsi Papua, akhirnya pesawat tersebut beserta barang yang diangkut kembali ke Papua Nugini.

Mengetahui hal tersebut, Bea Cukai Jayapura lantas melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Papua. Dilakukan diskusi terkait impor tersebut untuk meyakinkan Pemprov bahwa impor tersebut memberikan dampak positif untuk Provinsi Papua. Adapun dampaknya adalah terserapnya tenaga kerja di Jayapura dalam proses pengolahan untuk memberikan added value pada vanili tersebut sebelum dikirim ke beberapa daerah seperti Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, Jakarta, Makassar, dan kota-kota lain di Indonesia. Hal ini ternyata sama dengan visi dan misi Pemprov Papua untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

"Setelah kami lakukan diskusi tentang perizinan dimaksud, pada Kamis, 11 Juni 2020, vanili tersebut tiba di Bandara Sentani. Lalu bertambah kembali importasi vanili sebanyak tujuh ton yang dipasok oleh pengusaha di Jayapura mendarat di Bandara Internasional Sentani pada hari Jumat, 26 Juni 2020," jelas Albert.

Dirinya berharap, semoga ke depan komoditas tersebut lebih banyak dan sering masuk ke Jayapura hingga dapat memberikan nilai tambah, yakni pajak impor dan bea masuk serta memberikan lapangan pekerjaan karena tanaman tersebut tidak dapat langsung dikirim dan diproses di Pulau Jawa.

Ia menambahkan, vanili merupakan salah satu komoditas andalan dari Papua Nugini yang menjadi primadona bagi para pengusaha di Jayapura. Dengan begitu, diharapkan dengan terus meningkatnya proses impor vanili ini dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Papua, khususnya di kota Jayapura.

Penulis: ***

Editor: Puri Mei Setyaningrum


Foto: Bea Cukai

Sumber: wartaekonomi

Papua Impor Vanili, Bea Cukai Terima Pajak Rp2,4 Miliar

Papua Impor Vanili, Bea Cukai Terima Pajak Rp2,4 Miliar

Papua Impor Vanili, Bea Cukai Terima Pajak Rp2,4 Miliar

Papua Impor Vanili, Bea Cukai Terima Pajak Rp2,4 Miliar

Papua Impor Vanili, Bea Cukai Terima Pajak Rp2,4 Miliar

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya