0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pandemi, Layanan Kencan Online Jepang Laku Keras

Japanese STATION
Japanese STATION - Mon, 05 Apr 2021 19:57
Dilihat: 114

Krisis COVID-19 memang mempersempit gerak dan kesempatan kita untuk bertemu secara tatap muka dengan orang lain. Nah, bagaimana dengan dunia kencan Jepang? Mari kita cari tahu jawabannya!

"Selamat malam," "Kamu berasal dari mana ya?" itulah yang dikatakan seorang pria berusia 40 tahunan sambil duduk dan tersenyum di depan smartphone miliknya, dengan sekaleng bir di tangannya.  Ia melakukan semua itu di dalam kamar apartemennya di Prefektur Kanagawa.

Situasi di atas mungkin terlihat seperti nomikai online, namun rupanya berbeda. Ya, itu bukanlah nomikai biasa, melainkan sebuah even kencan online via aplikasi video conference yang digelar oleh perusahaan layanan kencan LMO Corp. yang berbasis di Fukuoka. Saat even tersebut berlangsung, ada lebih dari 20 orang yang menghadiri pesta tersebut.

Seorang pria tengah melakukan kencan online dari rumahnya di Prefektur Kanagawa pada 12 Maret 2021. Ia mengatakan bahwa waktu sendirinya yang meningkat akibat pandemi membuatnya kesepian dan ingin bersama seseorang.(Mainichi/Kimi Takeuchi)

Melansir Mainichi, dalam even ini, seorang pembawa acara akan melakukan perkenalan diri dan aktivitas lainnya. Nah, jika percakapan antara para peserta ini berlangsung seru, terkadang pesta ini bisa selesai hingga pukul 4 pagi keesokan harinya. Wow.

Acara pesta single online semacam ini memang tengah in akibat virus corona. LMO pun menawarkan sebuah “set” pesta yang digelar 3 hari dalam seminggu, pada hari Rabu, Jumat, dan Sabtu.

“Biasanya satu pesta berjalan sekitar 2 jam, tetap itu tak cukup untuk mengenal seseorang,” kata CEO perusahaan Kota Takada pada Mainichi Shimbun.

Jika seseorang menemukan orang yang membuatnya tertarik, mereka bisa meminta perusahaan untuk membuat kencan online one-on-one. Jika keduanya setuju, mereka juga bisa bertukar kontak dan menyusun rencana kencan di dunia nyata.

Kembali ke pria di apartemen, ia sebenarnya telah berpikir untuk menikah di umur 30 tahunan dan berpartisipasi dalam kencan grup (goukon) selema beberapa kali. Kendati demikian, ia nyatanya tidak terlalu antusias dalam mencari istri. Ia pun membeli apartemen yang kini ditinggalinya pada umur 40 dan berpikir untuk tetap single seumur hidupnya. Apartemen tersebut pun terlalu kecil bagi dua orang.

Seorang pria tengah melakukan kencan online dari rumahnya di Prefektur Kanagawa pada 12 Maret 2021. Ia mengatakan bahwa waktu sendirinya yang meningkat akibat pandemi membuatnya kesepian dan ingin bersama seseorang. (Mainichi/Kimi Takeuchi)

Namun, ia mulai mencari calon istri dengan serius mulai musim semi 2020 karena pandemi virus corona.

"Waktu sendirianku meningkat pesat, dan saat aku menonton TV di rumah, ada saat di mana aku mendadak kesepian,” tuturnya.

Akhirnya, ia menemukan LMO online dan mulai berpartisipasi sejak Februari lalu. Namun, ia mengatakan bahwa ada beberapa kesulitan yang ditemuinya.

 "Apa yang harus kau katakan dan bagaimana dengan timing? Kita tak bisa terlalu lama diam. Hal ini sangat menguji skill komunikasi,” ujarnya.

"Sulit untuk meminta pertemuan one-on-one. Kau tak akan tahu jika seseorang yang kau temui untuk pertama kalinya dan nampaknya baik akan hadir di pesta depan atau tidak. Tapi, jika terlalu buru-buru membuat keputusan, mereka bisa menolakmu,” tambahnya.

Reiwa (asia.nikkei.com)

Hal serupa pun dialami oleh seorang staf fakultas di sebuah universitas di Prefektur Okayama, Kansai. Ia mulai berpikir tentang pernikahan saat memasuki era Reiwa dan satu per satu temannya mulai menikah. Sayangnnya, ia belum menemukan pasangan yang cocok hingga pandemi menyerang.

 "Mendadak, waktuku sendirian bertambah. Aku merasa kesepian,” ujar pria berusia 30 tahunan ini.

Akhirnya, pada ahir 2020, ia memutuskan untuk tidak pulang ke rumah orang tuanya di Kanto untuk merayakan tahun baru dan malah mendaftar untuk mengikuti pesta kencan online dan pada Februari lalu, ia bertemu dengan seorang wanita dari pesta tersebut secara tatap muka.

Ia tinggal di Kyushu. Untuk menemuinya, pria itu meninggalkan rumahnya pada pagi hari dan menggunakan shinkansen dan transportasi lainnya.

“Tidak ada kata nervous sama sekali meski ini pertemuan pertama kami,” ujarnya sambil berkata bahwa kesan yang didapatkannya tak jauh berbeda dengan kesan saat menemui wanita itu di internet.

Kendati cocok dan menghabisakan waktu seharian penuh berjalan berdua dengannya, wanita itu mengatakan bahwa ia belum yakin untuk berpacaran. Dan hingga kini, masih belum terdengar kabar dari wanita itu meski ia tetap berpikir positif.

 "Tipe idealmu tak perlu dekat. Kesempatan untuk nertemu orang baru di area pinggir kota lebih rendah dibanding di Tokyo dan kota besar lainnya. Dapat mencari pasangan ke Jepang bagian lain secara online artinya hambatan pertama untuk bertemu, jarak, telah hilang,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu staf humas di sebuah biro jodoh mengatakan bahwa meski banyak orang berpikir bahwa menjadi lajang sangat nyaman, mereka tetap kesepian karena terpaksa terus di rumah. Hal inilah yang membuat kencan online meningkat.

IBJ Inc. yang berbasis di Tokyo pun menawarkan berbagai layanan kencan. Setelah status darurat pertama Jepang dicabut, perusahaan ini melihat adanya peningkatan konsultasi dan pertemuan one-on-one untuk calon pasangan hidup potensial. Pada Oktober 2020, tercatat 42.680 kencan online one-on-one dan angka pasangan yang bertemu lewat layanan mereka meningkat, sebanyak 9.700 pasangan.

Ilustrasi pasangan Jepang. (pakutaso.com)

Menurut sebuah survei yang dilakukan perusahaan penelitian pengantin Recruit Co.'s, dilaporkan bahwa 41,6% responden yang memiliki keinginan untuk menikah mengatakan bahwa rasa untuk menikah mereka meningkat akibat krisis virus corona. Sementara itu, 37,5% mengatakan bahwa keinginan untuk mendapatkan pasangan hidup lebih kuat.

Di sisi kencan online, 45,5% responden mengatakan bahwa “pengeluaran lebih rendah dibandingkan di dunia nyata,”sementara 35,8% mengatakan "bisa bertemu orang tanpa khawatir dengan orang si sekitar kita,” dan 35,6% menyukai program ini karena "menawarkan waktu yang lebih bebas dibanding dengan di dunia nyata."

Sayangnya, berbanding terbalik dengan meningkatnya popularitas kencan online, angka pernikahan di 2020 menurun drastis. Menurut Statistik Vital 2020 Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, ada 537.583 pernikahan, 78.069 lebih sedikit dari tahun sebelumnya.

Ilustrasi pasangan yang menikah (pakutaso.com)

Data tersebut nampaknya merupakan reaksi terhadap 2019, ketika pernikahan meningkat untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir berkat tren pasangan yang bergegas menikah saat masih era Heisei (1989-2019), dan untuk pernikahan yang berlangsung di tahun pertama era Reiwa. Kendati demikian, banyak juga yang menegaskan bahwa jumlah itu akibat efek pandemi virus corona.

Dan mungkin alasan terakhir lebih masuk akal. Pasalnya, semua dunia mengalaminya. Di AS misalnya, angka pernikahan turun lebih dari 330.000 dibandingkan sebelumnya saat pandemi belum menyerang dengan faktor ekonomi menjadi alasannya.

Ilustrasi single. (pakutaso.com)

Professor Masahiro Yamada, seorang ahli dalam sosiologi keluarga di Chuo University yang menciptakan istilah "parasite single" dan "konkatsu"-- dua kata terkait pencarian pasangan -- mengatakan bahwa meski keinginan untuk menikah meningkat, bisa atau tidaknya kita menikah adalah isu berbeda.

“Contohnya, saya tidak yakin bahwa seseorang dengan keuangan yang ditanggung orang tuanya dapat menikah dengan seseorang yang belum stabil secara finansial. Hasilnya, saya menduga bahwa tren tersebut dapat meningkatkan lebih banyak yang melajang dan kelahiran yang lebih sedikit pun akan lebih cepat,” tuturnya.

Nah, kalau menurut teman-teman bagaimana nih soal kencan online ini? Jawab di komentar ya!

Pandemi, Layanan Kencan Online Jepang Laku Keras

Pandemi, Layanan Kencan Online Jepang Laku Keras

Pandemi, Layanan Kencan Online Jepang Laku Keras

Pandemi, Layanan Kencan Online Jepang Laku Keras

Pandemi, Layanan Kencan Online Jepang Laku Keras

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya