0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pandemi Covid-19 Jadi Indikator Program MBR

Rumah
Rumah - Tue, 26 May 2020 20:56
Dilihat: 60
Pandemi Covid-19 Jadi Indikator Program MBR

- Badan Pengembangan Infrastruktur dan Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memasukkan aspek kebencanaan non-alam Covid-19 sebagai salah satu indikator dalam pembentukan dan pemrograman sektor PUPR.

Kepala BPIW, Hadi Sucahyono menyatakan kalau pandemi ini masih ada, maka infrastruktur yang dibangun akan menyesuaikan. Salah satunya standar rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR yang perlu diperluas lagi. "Fasilitasnya ditambah dengan jaringan internet agar mereka dapat dengan nyaman bekerja di rumah," ujar Hadi yang dikutip dari akun Instagram @informasibpiw, Senin, 25 Mei 2020.

Hadi juga menambahkan kalau infrastruktur yang dibangun adalah proyek pembangunan bisa diselesaikan dalam satu tahun atau single year project, maka bisa diubah menjadi tahun jamak atau multi year project.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan kian gencar melaksanakan program padat karya kalau angka positif Covid-19 di Tanah Air masih tinggi. Hal itu untuk membantu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan yang meningkat imbas wabah virus corona ini. "Selama terjadinya pandemi Covid-19, dukungan infrastruktur juga dialamatkan untuk penanganan kesehatan, seperti pembangunan rumah sakit," kata Kepala BPIW tersebut.

Sementara itu, transformasi kota masa depan sepatutnya mengamati ketahanan kota untuk mengantisipasi risiko di masa depan seperti pemakaian infrastruktur tangguh bencana. Menurut Hadi, kota masa depan juga perlu mengakomodasi smart city dan Inklusif via pemanfaatan teknologi dalam bentuk meningkatkan tata kelola kota cerdas.

Masuknya kebencanaan non-alam sebagai salah satu indikator pembentukan perencanaan dan pemrograman sektor PUPR ini diharakan bisa menunjang masyarakat untuk tetap produktif di tengah pandemi termasuk ketahanan terhadap pandemi.

Sebagai informasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di bawah pimpinan Basuki Hadimuljono ini telah melakukan mitigasi dan manajemen risiko kebencanaan non-alam dengan beberapa kebijakan pengembangan infrastruktur.

Pertama, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) melanjutkan pembangunan infrastruktur dengan menggunakan protokol kesehatan untuk menjaga perekonomian agar tetap berjalan.

Kedua, BPIW akan tetap mewujudkan lapangan kerja bagi masyarakat terdampak melalui Program Padat Karya Tunai (PKT). Adapun Program PKT ini dimaksudkan khusus bagi lokasi dengan kriteria tingkat kerentanan wilayah (terdampak cepat), tingkat kerentanan sosial ekonomi, kerentanan kualitas lingkungan hunian, keamanan stok pangan dan jalur logistik potensial. Contoh lokasi yang cocok dengan kriteria ini adalah Bogor, Sukabumi, Cilacap, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, dan Malang.

Kemudian, kebijakan untuk menggenjot perekonomian pasca selesainya Pandemi Covid-19, akan dibangun infrastruktur pendukung pariwisata. Pembangunan infrastruktur tersebut akan dilaksanakan di lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Manado-Bitung-Likupang. Dengan ini, sektor pariwisata diharapkan dapat menjadi sektor andalan dalam masa pemulihan perekonomian dengan mendatangkan devisa dan membuka lapangan kerja.

Selain itu, penataan wilayah kumuh perkotaan juga diamati sebagai konsep penataan wilayah perkotaan yang tangguh kebencanaan non-alam/pandemi. Menurut Direktur Jenderal Cipta Karya, Danis Sumadilaga, permukiman kumuh sungguh-sungguh identik dengan pemukiman padat yang tidak sehat, sehingga para penghuninya rentan tertular Covid-19.

Sebagai format mitigasi Covid-19, Direktorat Jenderal Cipta Karya pun sudah menyiapkan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Program Kotaku ini sendiri merupakan penanganan wilayah kumuh perkotaan yang dilaksanakan dengan skala Iingkungan dan mendorong perubahan sikap masyarakat serta memupuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Dengan adanya program ini, Danis berharap ini bisa meningkatkan akses masyarakat kepada infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah, penyediaan infrastruktur, dan akhirnya mempunyai kualitas hidup yang baik.

Sumber: Medcom

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com


Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

Sumber: Rumah

Pandemi Covid-19 Jadi Indikator Program MBR

Pandemi Covid-19 Jadi Indikator Program MBR

Pandemi Covid-19 Jadi Indikator Program MBR

Pandemi Covid-19 Jadi Indikator Program MBR

Pandemi Covid-19 Jadi Indikator Program MBR

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya