0
Thumbs Up
Thumbs Down

OKI Kecam Kekerasan Muslim-Hindu di New Delhi India

Republika Online
Republika Online - Thu, 27 Feb 2020 21:33
Dilihat: 31
OKI Kecam Kekerasan Muslim-Hindu di New Delhi India

NEW DELHI - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam aksi kekerasan di New Delhi, India, yang telah menewaskan setidaknya 34 orang. Kerusuhan di sana dipicu aksi demonstrasi menentang Undang-Undang Kewarganegaraan atau Citizenship Amandement Act (CAA) yang dianggap anti-Muslim.

"OKI mengutuk kekerasan baru-baru ini dan mengkhawatirkan Muslim di India, mengakibatkan kematian dan cedera orang-orang tak berdosa, pembakaran serta perusakan masjid dan properti milik Muslim," ujar OKI melalui akun Twitter resminya, Kamis (27/2).

OKI mengungkapkan belasungkawa kepada para korban sebagai hasil dari tindakan keji tersebut. "OKI menyerukan pihak berwenang India membawa penghasut dan pelaku dari tindakan anti-Muslim ini ke pengadilan serta memastikan keselamatan dan keamanan semua warga Muslim dan perlindungan tempat-tempat suci Islam di seluruh negeri," ujarnya.

Hingga Kamis, ketegangan masih membekap New Delhi. Komunitas Hindu dan Muslim di sana telah mendirikan barikade. Editor media Scroll, Supriya Sharma, sempat mengunggah pemandangan itu melalui akun Twitter pribadinya.

Warga membangun barikade menggunakan bentangan bambu dan seng. "Ini adalah pemandangan jalan Brahmpuri di Delhi. Di satu sisi sebagian besar rumah (warga Hindu), di sisi lain, Muslim. Kedua komunitas telah memasang barikade. Untuk mecegah yang lain," kata Sharma, dikutip laman Aljazirah.

Saat kerusuhan berlangsung, rumah-rumah warga Muslim yang ditinggalkan memang menjadi sasaran penjarahan. Bangunannya merupakan target serangan massa.

Dewan Pusat Pendidikan Menengah India telah memutuskan menunda ujian kelas 10 dan 12 di New Delhi timur yang dijadwalkan dilaksanakan pada 28-29 Februari. Mereka juga tengah melacak siswa/i yang tak dapat mengikuti ujian karena terdampak kekerasan dan kerusuhan.

Dushyant, seorang pengacara dan aktivis yang telah terlibat dalam operasi bantuan serta penyelamatan para korban mengungkapkan sejumlah keluarga telah kehilangan segalanya. Mereka membutuhkan bantuan dana untuk memulai kembali kehidupan mereka.

Para korban pun memerlukan bantuan logistik. "Orang-orang membutuhkan obat-obatan, makanan yang dimasak," kata Dushyant.

Buku-buku berserakan di sebuah sekolah negeri setelah diserbu oleh massa di New Delhi, India, Rabu (26/2).

"Saya pikir hal utama yang dibutuhkan para korban adalah jaminan bahwa cobaan telah berakhir. Mereka membutuhkan kepercayaan bahwa negara tidak menentang mereka dan pelaku kejahatan dihukum," ujar Dushyant.

Conress Party, partai oposisi utama India, mengkiritik pemerintah federal karena dianggap tak melakukan apapun untuk merespons kerusuhan di New Delhi. Pemerintah disebut hanya menjadi "penonton bisu."

Menteri Informasi dan Penyiaran India Prakash Javadekar menuding adanya keterlibatan tokoh-tokoh oposisi di balik kerusuhan yang dipicu CAA. "Investigasi sedang dilakukan," kata dia.

Sementara itu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump enggan mengomentari kerusuhan yang terjadi di New Delhi. Trump diketahui sedang berkunjung ke India saat kerusuhan di New Delhi berlangsung.

Dia pun tak mau mengomentari CAA yang dianggap anti-Muslim. "Saya ingin menyerahkan hal itu pada India dan semoga mereka akan membuat keputusan yang tepat," kata Trump.


Berita Terkait
  • MUI: UU Kewarganegaraan India Luka Perasaan Muslim
  • New Delhi Masih Diliputi Ketegangan
  • Pembakaran Masjid India, Muhammadiyah: Jangan Terprovokasi
Berita Lainnya
  • Arsul Sani: Salam Pancasila tak Bisa Gantikan Salam Agama
  • Pasien Diduga Corona di RSHS Pernah Pergi ke Thailand

OKI Kecam Kekerasan Muslim-Hindu di New Delhi India

OKI Kecam Kekerasan Muslim-Hindu di New Delhi India

OKI Kecam Kekerasan Muslim-Hindu di New Delhi India

OKI Kecam Kekerasan Muslim-Hindu di New Delhi India

OKI Kecam Kekerasan Muslim-Hindu di New Delhi India

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya