0
Thumbs Up
Thumbs Down

NU Dinilai Mampu Mainkan Peran di Kancah Internasional

Republika Online
Republika Online - Wed, 23 Sep 2020 11:16
Dilihat: 50
NU Dinilai Mampu Mainkan Peran di Kancah Internasional

DEPOK--Keberadaan Nahdlatul Ulama (NU) dinilai sangat mumpuni untuk aktif memainkan peran di panggung internasionan. Bahkan, menjadi solusi di tengah permasalahan isu global. Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif International Conference of Islamic Scholars (ICIS) Khariri Makmun.

"NU memiliki peran sangat penting dalam geopolitik global dan dibutuhkan untuk memediasi konflik di sejumlah Negara. Disamping memperkuat hubungan bilateral dan multilateral Indonesia di tingkat Internasional. Untuk itu, dibutuhkan lebih banyak diplomat dari kader NU," ujar Khariri seusai acara Webinar Nasional ke-8 dengan tema Refleksi Diplomasi Kiai Hasyim Muzadi yang diselenggarakan Institut Hasyim Muzadi (IHM), Rabu (23/9).

Khariri mengungkapkan, arah PBNU saat dipimpin KH Hasyim Muzadi, ingin NU tidak hanya menjadi pemain lokal yang berwawasan dan berpikir domestik. Menurutnya, kapabilitas NU sangat mumpuni untuk terlibat dalam wacana-wacana global dan membantu menangani persoalan-persoalan dunia internasional. "Hasyim Muzadi selalu membangun jaringan inernasional dengan isu-isu Islam rahmatan lil-alamin," terangnya.

Dalam pandangan Hasyim Muzadi, ia melihat saat ini telah terjadi perubahan tren global dan regional. Rivalitas hegemoni atau kepemimpinan global sedang terjadi antara Amerika dengan Tiongkok. "Indonesia, dengan jalur sutra yang diapit oleh berbagai negara satelit dari Amerika dan Tiongkok, mau tidak-mau harus memperkuat diri," jelas Khariri.

Sementara itu, lanjut Khairi, geopolitik di Asia Timur dan Asia Tenggara, dalam konteks ekonomi, budaya maupun pertahanan dan keamanan, masih rentan konflik dan menjadi rebutan negara besar di luar kawasan. Dirinya menekankan bahwa dalam konteks perubahan dinamika regional dan global, Islam rahmatan lil alamin, karakter ideologi keagamaan NU sangat dibutuhkan dalam memperkuat hubungan internasional Indonesia. "NU harus mempertahankan sikap moderat, terbuka, guyub, bersatu, dan mampu mengakomodasi berbagai tradisi lokal sebagai jalan diplomasi," pungkasnya


Dalam webinar itu sejumlah narasumber hadir. Antara lain Dr. Nur Hasan Wirajuda (Menlu RI 2001-2009), Yusron Ambari (Direktur Diplomasi Publik Kemlu), Chozin Khumaidi (Dubes RI di Lebanon periode 2016-2019) dan Khariri Makmun (Wakil Direktur Eksekutif ICIS/penulis buku NU dan Diplomasi Global).

Berita Terkait
  • 25 Tahun Republika Online, 'Tetap Faktual, Jujur Tanpa Bias'
  • Politikus PKS Sarankan Presiden Rangkul NU dan Muhammadiyah
  • Katib 'Aam PBNU akan Tampil di Majelis Umum PBB
Berita Lainnya
  • Transaksi MyPertamina Melonjak 800 Persen di Jateng dan DIY
  • China Daily: Tak Ada Alasan untuk Setujui Kesepatan Tiktok

NU Dinilai Mampu Mainkan Peran di Kancah Internasional

NU Dinilai Mampu Mainkan Peran di Kancah Internasional

NU Dinilai Mampu Mainkan Peran di Kancah Internasional

NU Dinilai Mampu Mainkan Peran di Kancah Internasional

NU Dinilai Mampu Mainkan Peran di Kancah Internasional

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya