0
Thumbs Up
Thumbs Down

NATO-Turki Tak Temui Kata Sepakat Terkait Rudal S-400 Rusia

wartaekonomi
wartaekonomi - Fri, 24 Jan 2020 08:14
Dilihat: 14
Davos

NATO dan Turki telah gagal menemukan landasan bersama atas pengiriman sistem pertahanan udara S-400 Rusia ke Ankara yang kontroversial. Hal itu diungkapkan oleh kepada aliansi militer bentukan Amerika Serikat (AS) itu, Jens Stoltenberg.

Pengiriman sistem pertahanan udara S-400 Rusia ke Turki telah mengganggu sekutu antara NATO dan Ankara. Kesepakatan yang didukung oleh Presiden Vladimir Putin dan rekannya asal Turki Recep Tayyip Erdogan itu juga meningkatkan risiko sanksi AS.

"Sejauh ini belum mungkin untuk mencapai kesepakatan tentang itu," kata Stoltenberg di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada diskusi panel bersama Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, yang telah memberikan pembelaan terhadap kesepakatan itu.

Baca Juga: Rusia Pasok Lebih dari 120 Misil ke Turki untuk Sistem Rudal S-400

"Kami akan mencoba melakukan apa pun yang kami bisa untuk menemukan cara guna menyelesaikan masalah ini, karena ini adalah salah satu masalah yang menyebabkan masalah dalam aliansi - tidak ada cara untuk menyangkal hal itu," imbuhnya seperti dikutip dari Asharq Al-Awsat, Jumat (24/1/2020).

Namun Cavusoglu, di depan Stoltenberg, berpendapat bahwa Turki tidak punya pilihan selain membeli S-400 karena berkurangnya sistem pertahanan udara NATO di perbatasan yang mudah berubah, termasuk yang dengan Suriah.

"Kita harus bertanya pada diri sendiri apakah kita memerlukan sistem ini? Ya, karena ancaman di sekitar kita. Apakah kita bisa mendapatkannya dari mereka (sekutu NATO)? Tidak, kita harus membeli," tegasnya.

"Kami percaya mereka tidak bertentangan (dengan sistem NATO). Ini adalah sistem pertahanan dan tidak akan menimbulkan ancaman bagi sekutu NATO," ujarnya.

Cavusoglu menambahkan bahwa Turki mengusulkan kelompok kerja yang diketuai oleh NATO untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Kita harus memahami pentingnya Turki sebagai sekutu NATO," Stoltenberg menekankan, menegaskan bahwa Turki telah membuat proposal semacam itu. Cavusoglu mengatakan bahwa sementara Turki telah bekerja sama dengan Rusia di Suriah.

"Kami tidak memiliki keterlibatan militer dengan Rusia. Tidak ada yang bisa mempertanyakan kontribusi kami pada NATO," ujarnya.

Pembelian senjata Rusia oleh Turki dipandang sebagai titik balik dalam sejarah aliansi itu, yang dinyatakan secara kontroversial oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron "mati otak" pada tahun lalu.

Penulis: Redaksi

Editor: Shelma Rachmahyanti


Foto: Kementerian Pertahanan Nasional Turki/Reuters

Sumber: wartaekonomi

NATO-Turki Tak Temui Kata Sepakat Terkait Rudal S-400 Rusia

NATO-Turki Tak Temui Kata Sepakat Terkait Rudal S-400 Rusia

NATO-Turki Tak Temui Kata Sepakat Terkait Rudal S-400 Rusia

NATO-Turki Tak Temui Kata Sepakat Terkait Rudal S-400 Rusia

NATO-Turki Tak Temui Kata Sepakat Terkait Rudal S-400 Rusia

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya