0
Thumbs Up
Thumbs Down

NasDem Kabupaten Semarang Digoyang Mahar Politik Rekomendasi

Republika Online
Republika Online - Thu, 06 Aug 2020 16:05
Dilihat: 38
NasDem Kabupaten Semarang Digoyang Mahar Politik Rekomendasi

UNGARAN -- Suhu politik menuju pemilihan kepala daerah (pillada) Kabupaten Semarang 2020 mulai menghangat. Partai NasDem Kabupaten Semarang dikabarkan terancam pecah dalam mendukung bakal pasangan calon.

Salah satu pemicunya adalah isu 'mahar politik' dalam proses pengajuan rekonendasi. Sehingga sejumlah pimpinan cabang memilih bakal berseberangan dengan sikap politik partai dalam mendukung bakal pasangan calon di pilkada nanti.

Sebelumnya rekomendasi Partai NasDem untuk pilkada Kabupaten Semarang 2020 baru saja turun, untuk mendukung kubu bakal pasangan calon Bintang Narsasi- Gunawan Wibisono (Bison). Namun di tengah perjalanan sebanyak 12 dari 19 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai NasDem Kabupaten Semarang telah mengambil sikap dan mengancam akan mengalihkan dukungan kepada bakal pasangan calon lain.

"Ini sudah mengingkari komitmen partai, yang selama ini telah menyuarakan 'anti mahar', termasuk di pilkada Kabupaten Semarang," kata Ketua DPC Partai NasDem Banyubiru, Jarwanto, di Ungaran, Kamis (6/8).

Dia mengatakan, dugaan mahar itu sangat kuat dan disebutkan telah diterima oleh oknum pengurus DPD Partai NasDem Kabupaten Semarang. Karena pembagi mengaku sendiri mahar yang dimaksud besarannya Rp 100 juta per kursi atau Rp 300 juta, karena NasDem hanya punya tiga kursi.

Tetapi, karena rekomendasi NasDem belum turun baru diberikan 50 persen sekaligus uang muka. Uang muka mahar Rp 150 juta itu diterima oleh Wakil Ketua Bidang OKK dan Sekretaris DPD NasDem Kabupaten Semarang, menjelang Ramadhan lalu.

"Yang kemudian diatur pembagiannya oleh ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Semarang, Suyadi," tegas Jarwanto.

Hal ini diamini Mantan Ketua Bappilu DPD Partai NasDem Kabupaten Semarang, Eko Pudjianto. Perihal mahar tersebut juga didengarnya sendiri dari salah satu legislator dari Partai NasDem.

Informasinya tak jauh berbeda, tiga anggota dewan telah menerima uang masing-masing Rp 30 juta dari panjar mahar tersebut. "Itu disampaikan sendiri oleh yang bersangkutan kepada saya," tegasnya.

Pun demikian, Penasehat DPD Partai NasDem Kabupaten Semarang, Suyana juga mengaku, sudah mendengar dan telah mengklarifikasi masalah mahar politik tersebut.

Jarwanto menambahkan perihal ini, 14 pengurus DPC Partai NasDem Kabupaten Semarang sudah melaporkan sampai ke DPP untuk ditindaklanjuti. Namun, hingga saat ini, belum ada kejelasan.

Bahkan lima DPC pelapor, yakni DPC Banyubiru, Tunrang, Bergas, Pringapus dan DPC Bawen buntutnya justru dicopot. Hal inilah yang mendorong sebagian pengurus 14 DPC Partai NasDem memilih mengambil sikap untuk berseberangan dengan DPP pada pilkada Kabupaten Semarang dan mendukung bakal pasangan calon lain.

"Kami dan kawan-kawan tersebut hanya ingin menegakan marwah partai yang antimahar. Karena laporan yang sudah kami sampaikan responnya tidak sesuai yang kami harapkan," tandasnya.

Menanggapi hal ini, Ketua DPD Partai NasDem, Suyadi yang dikonfirmasi membantah kebenaran pernyataan tersebut. Demikian pula Sekretaris DPD Partai NasDem Kabupaten Semarang seperti yang disebutkan.

"Sesuai marwah partai, NasDem memang mengharamkan mahar politik baik sebelum maupun sesudah pilkada dan mahar- mahar yang lain," ujarnya.

Terkait tudingan sejumlah DPC yang dialamatkan kepadanya, Suyadi menilai sejumlah pengurus DPC tersebut hanya menduga-duga. Bahkan sebagai pimpinan struktural partai di tingkat Kabupaten Semarang ia berani mempertanggungjawabkan mahar politik itu tidak ada.

Momentum pilkada seperti sekarang ini, lanjutnya, apapun bisa menjadi komoditas politik. Kendati begitu, ia pun tak akan buru- buru mengambil sikap. "Sepanjang saya tidak menerima dan tidak akan menerima, silakan saja saya tidak akan menanggapi secara serius," katanya.

Yang penting, lanjutnya dirinya dan beberapa pengurus DPD NasDem tidak seperti yang diungkapkan oleh beberapa DPC tersebut. "Sekaligus saya tegaskan, rekomendasi telah turun Rabu pekan kemarin dan NasDem tetap solid dengan dukungan maupun dalam hal menolak mahar politik," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bappilu DPW Partai NasDem Jawa Tengah, Akhwan mengaku, telah mendapat tembusan laporan dari DPP, terkait dengan keberatan belasan DPC atas mahar politik rekomendasi yang dimaksud.

Hanya saja, dia dalam posisi yang tidak berwenang sehingga tidak dapat berkomentar banyak atas persoalan tersebut. "Namun kebijakan Partai NasDem tentang mahar politik jelas, jika ada pengurus atau anggota partai terbukti terima mahar sanksinya pemecatan," tegasnya.


Berita Terkait
  • Nasdem Serahkan Salinan Kepengurusan ke KPU
  • Pasangan Ini Berpeluang Lawan Gibran di Pilkada Solo
  • Jelang Pilkada Serentak, Keamanan Ditingkatkan
Berita Lainnya
  • In Picture: Simulasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di RS Pendidikan Unpad
  • BUMN Penerbangan dan Pariwisata Bergabung, Paket Komplit

NasDem Kabupaten Semarang Digoyang Mahar Politik Rekomendasi

NasDem Kabupaten Semarang Digoyang Mahar Politik Rekomendasi

NasDem Kabupaten Semarang Digoyang Mahar Politik Rekomendasi

NasDem Kabupaten Semarang Digoyang Mahar Politik Rekomendasi

NasDem Kabupaten Semarang Digoyang Mahar Politik Rekomendasi

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya