0
Thumbs Up
Thumbs Down

Muktamar NU ke-34 akan Dilaksanakan Secara Hybrid

Republika Online
Republika Online - Thu, 28 Oct 2021 21:40
Dilihat: 71
Muktamar NU ke-34 akan Dilaksanakan Secara Hybrid

JAKARTA - Panitia Muktamar Nahdlatul Ulama ke-34 telah melaksanakan rapat perdana pada Rabu (27/10) sore.

Rapat dipimpin Ketua Steering Committee (SC) KH M Nuh dan Sekretaris SC KH Asrorun Niam Sholeh bersama Ketua Organizing Committee (OC) KH Imam Aziz dan Sekretaris OC KH Syahrizal.

"Salah satu hasil rapatnya adalah, Muktamar tetap dilaksanakan di Lampung dan dilaksanakan secara hybrid (daring dan luring)," kata Kiai Asrorun melalui pesan tertulis kepada Republika.co.id, Kamis (28/10).

Kiai Asrorun mengatakan, terkait pelaksanaan Muktamar NU ke-34 di Lampung, panitia berkoordinasi dengan pemerintah. Khususnya koordinasi terkait dengan pengendalian Covid-19.

Dia menerangkan, hasil rapat memutuskan Muktamar NU ke-34 dilaksanakan secara hybrid yakni secara daring dan luring. Skenarionya Muktamar dipusatkan di tiga tempat.

Pembukaan Muktamar di pesantren Darus Saadah dan diikuti peserta di lokasi, di UIN Raden Intan Lampung, dan Universitas Malahayati. \"Panitia berkomitmen untuk mewujudkan Muktamar yang sejuk,\" kata Kiai Asrorun.

Dia mengatakan, indikator kesuksesan Muktamar NU ke-34, di samping sukses penyelenggaraan, juga terwujudnya kebersamaan serta kontribusi pemikiran untuk mewujudkan kemaslahatan, peta perkhidmatan NU dalam satu abad kedua.

Terkait waktu Muktamar NU ke-34, Kiai Asrorun menambahkan, tetap terjadwal pada 23-25 Desember 2021.

Sebelumnya, dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konbes NU 2021 September, menyepakati eberapa materi yang dibahas pada Muktamar ke-34 mendatang. Yaitu Bahtsul Masail Waqi'iyyah, dan Bahtsul Masail Maudhuiyyah, dan Bahtsul Masail Qanuniyyah.

Bahtsul Masail Waqi'iyyah menyisakan materi tentang cryptocurrency dalam perspektif fiqih Islam. Bahtsul Masail Maudhuiyyah atau tematik menyisakan masalah tentang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Sedangkan Bahtsul Masail Qanuniyyah menyepakati satu masalah yang tidak dibahas dalam Munas Alim Ulama tetapi akan dibahas pada Muktamar mendatang, yaitu Undang-Undang tentang Penodaan Agama.


Berita Terkait
  • PT NU Harus Kembangkan Kapasitas Rohani Mahasiswa
  • PBNU dan Universitas Indonesia Jalin Kerja Sama
  • Kirab Santri Bentangkan Bendera di Karawang
Berita Lainnya
  • PLN Siap Listriki Rumah Pompa Air Jakarta
  • Muktamar NU ke-34 akan Dilaksanakan Secara Hybrid

Muktamar NU ke-34 akan Dilaksanakan Secara Hybrid

Muktamar NU ke-34 akan Dilaksanakan Secara Hybrid

Muktamar NU ke-34 akan Dilaksanakan Secara Hybrid

Muktamar NU ke-34 akan Dilaksanakan Secara Hybrid

Muktamar NU ke-34 akan Dilaksanakan Secara Hybrid

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya