0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mimpi Bajatani Kembangkan Wisata Agro

Nusabali
Nusabali - Sun, 15 Dec 2019 07:22
Dilihat: 34
Mimpi Bajatani Kembangkan Wisata AgroAMLAPURA,
Subak Embukan ini menyatu dengan kawasan Subak Gunung. Paling tidak dukungannya dari sisi pengembangan produksi pertanian organik, sehingga petani yang memerlukan pengetahuan tata cara pengembangan pertanian organik bisa ke Bajatani. Di samping pentingnya mengimplementasikan pola tanam yang baik, tidak serta merta terus menerus bertanam padi. Struktur tanah mesti diberikan bernapas, sesekali bertanam palawija, juga dengan mengembangkan kolam air tawar, kemudian kembali bertanam padi, sehingga siklus kesuburan lahan terus terjaga.

Seperti yang dikembangkan Bajatani tersebut memanfaatkan lahan 53 are, dibagi-bagi mirip demplot, digunakan untuk bertanam padi, jagung, terong, kacang panjang, tomat, kolam ikan tawar, tanam bunga gumitir, sawi dan yang lain-lainnya.

Sehingga setiap saat datang petani, mampu memberikan edukasi, jika yang menginginkan bertanam jagung dan terong yang benar ada demplotnya. "Makanya saya sengaja kontrak lahan, agar bisa diolah sesuai keinginan pola tanam sendiri, beda dengan lahan digarap petani penggarap, mengolah lahan sesuai kemauan pemilik. Makanya terus menerus bertanam padi, karena pemiliknya menghendaki demikian," kata I Ketut Semadiyasa pendiri Kelompok Tani Bajatani, di Subak Embukan, Banjar Tanah Lengis, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem, Sabtu (14/12).

Agar mampu mengoptimalkan memberikan edukasi dan mengembangkan pola tanam kata I Ketut Semadiyasa, kerjasama dengan SMPN 1 Abang, dengan menyisihkan lahan 10 are buat kebun percontohan ditanami aneka hortikultura berpupuk organik. Tujuannya agar jangka panjang ada alih generasi petani, dan menumbuhkembangkan jiwa wira usaha generasi muda.

Sedangkan generasi petani belakangan ini semakin sulit diajak berinovasi, petani kebanyakan kalangan generasi tua, secara fisik rata-rata tidak kuat lagi mengolah lahan, walau dibantu traktor dan teknologi lainnya. Tetapi, dari segi pemanfaatan teknologi, petani generasi tua kurang tanggap.

Petani generasi tua ingin cepat, sekali tabur pupuk urea agar tanaman padi tumbuh subur. "Saya sudah mencoba bertanam hortikultura berpupuk organik, dan pesanan dari sejumlah hotel dan restoran cukup banyak, hingga kewalahan memenuhi pesanan. Sedangkan petani pada umumnya, belum berminat melayani kebutuhan itu," katanya.

Misalnya, kebutuhan tomat dan kacang panjang organik, setiap hari dipesan rata-rata 100 kilogram, tidak mungkin sendirian mampu memproduksi sebanyak itu. Itulah sebabnya peluang tersebut dimanfaatkan secara bersama-sama. "Peluang ada, tetapi keseriusan petani memproduksi hortikultura organik, belum banyak, ini tantangannya," tambahnya. *k16
Sumber: Nusabali

Mimpi Bajatani Kembangkan Wisata Agro

Mimpi Bajatani Kembangkan Wisata Agro

Mimpi Bajatani Kembangkan Wisata Agro

Mimpi Bajatani Kembangkan Wisata Agro

Mimpi Bajatani Kembangkan Wisata Agro

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya