0
Thumbs Up
Thumbs Down

Meredupnya Pesantren Isyis Al Gazali Kuningan

Republika Online
Republika Online - Sun, 15 Sep 2019 18:20
Dilihat: 35
Meredupnya Pesantren Isyis Al Gazali Kuningan

KUNINGAN -- Pada 1970an, ketokohan KH Isyis Al Gazali begitu tersohor di Kabupaten Kuningan. Ia adalah seorang ulama yang penuh kharisma sehingga disegani warga Kuningan. Ia dikenal sebagai seorang 'alim yang juga ahli hikmah. Hingga banyak warga Kuningan pun belajar agama padanya.

Kiai Isyis kerap mengajar mengaji warga di masjid bilik yang didirikannya di Lebakwangi. Menurut santrinya, Iing Sarkim kala itu Kiai Isyis berkeyakinan wilayah Lebakwangi akan ramai. Kiai Isyis pun berharap suatu saat di tempatnya berdakwah dapat menjadi sebuah pusat ilmu, yakni pesantren.

"Kiai Isyis itu punya kharisma, khoarikulil adat disebutnya. Apa yang dikatakannya jadi kenyataan. Beliau itu punya cita-cita ingin mendirikan pesantren," kata Iing Sarkim yang juga menjadi dewan kerja Yayasan Isyis Al Gazali saat berbincang dengan Republika,co.id pada Sabtu (14/9).

Namun, pada 1980 Kiai Isyis wafat. Aktivitas keagamaan yang biasa berlangsung di masjid bilik yang didirikan Kiai Isyis pun perlahan meredup. Namun, pada 2000 keturunan Kiai Isyis mencoba membangkitkan lagi lokasi yang tadinya menjadi tempat Kiai Isyis mengajar mengaji tepatnya di Desa Mekarwangi, Kecamatan Lebakwangi.

Ditempat itu, keturunan Kiai Isyis mendirikan pondok pesantren yang dinamai Ponpes Isyis Al Gazali. Sejak itu banyak warga yang menitipkan anak-anak mengaji di pesantren Isyis Al Gazali. Kendati demikian pesantren tak bertahan lama. Pada 2005, aktivitas kepesantrenan pun meredup. Tak ada lagi santri yang mengaji di pesantren itu. Sementara para pengajarnya pun meninggalkan pesantren.

"Mungkin karena banyak hal, dari keluarga juga belum fokus, padahal dulu ustaz ada 7 orang di jamin semuanya, tapi santrinya berkurang karena mungkin sarannya juga belum maksimal," katanya.

Padahal menurut Iing dilihat dari lokasi pesantren begitu strategis karena berada di depan jalan raya penghubung Luragung-Kota Kuningan. Setelah pesantren Isyis Al Gazali meredup, Yayasan pun mengalihkan pendidikan pada sekolah formal dengan membuka lembaga pendidikan tingkat PAUD dan SMP.

Bangunan yang tadinya asrama santri pun dialih fungsikan menjadi tempat belajar bagi PAUD dan siswa SMP. Sementara itu masjid bilik yang didirikan Kiai Isyis dan menjadi tempatnya berdakwah sudah tak ada. Lokasi masjid itu kini telah menjadi lapangan olahraga yang letaknya berada persis di depan SMP Isyis Al Ghazali. Sementara di area belakang sekolah terdapat makam Kiai Isyis.

Iing pun berharap Pesantren Isyis Al Gazali bisa bangkit kembali dan mewujudkan mimpi Kiai Isyis agar Desa Mekarwangi menjadi pusat Ilmu. "Kita memang sudah punya izin operasional pesantren, tinggal mungkin harus ada tokohnya kemudian juga sarannya harus memadai," katanya.


Berita Terkait
  • Ponpes Al Amin Karangtawang Didik Santri Lebih Berakhlak
  • Pondok Pesantren Nurul Huda Hidupkan Desa Kertawangunan
  • Pesantren Al Kaaffah Cetak Santri Bisa Berdakwah
Berita Lainnya
  • Bentrok TNI dan Warga, Belasan Terluka
  • Presiden Ketiga BJ Habibie Meninggal Dunia

Meredupnya Pesantren Isyis Al Gazali Kuningan

Meredupnya Pesantren Isyis Al Gazali Kuningan

Meredupnya Pesantren Isyis Al Gazali Kuningan

Meredupnya Pesantren Isyis Al Gazali Kuningan

Meredupnya Pesantren Isyis Al Gazali Kuningan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya