0
Thumbs Up
Thumbs Down

Menyusul 1,5 Juta Kasus Baru Covid-19, Oposisi India Desak Percepatan Vaksinasi

okezone
okezone - Sat, 08 May 2021 09:54
Dilihat: 56
Menyusul 1,5 Juta Kasus Baru Covid-19, Oposisi India Desak Percepatan Vaksinasi

BENGALURU - Pimpinan oposisi India, Rahul Gandhi, pada Jumat (7/5) mendesak pemerintah untuk melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap penduduk negara dengan tepat dan menelusuri virus corona dengan basis keilmuan untuk menekan gelombang kedua yang mencatat 1,5 juta kasus baru dalam sepekan.

"Kekurangan strategi Covid-19 dan vaksin yang jelas dan koheren serta kesombongan dalam mendeklarasikan kemenangan prematur atas virus yang masih menyebar luas, telah menempatkan India di posisi yang sangat berbahaya," kata Gandhi dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Perdana Menteri Narendra Modi.

Modi telah dikritik secara luas karena tidak mengambil langkah lebih cepat untuk menekan gelombang kedua, setelah festival-festival keagamaan dan aksi-aksi politik menyebabkan puluhan ribu orang berkumpul dalam beberapa pekan terakhir dan menjadi acara "penyebaran super".

Pemerintahannya juga telah dikritik karena menghentikan pembatasan kegiatan sosial terlalu cepat, menyusul gelombang pertama dan atas keterlambatan program vaksinasi, yang disebut para ahli medis sebagai satu-satunya harapan India dalam mengontrol gelombang kedua Covid-19.

(Baca juga: Roket China Diperkirakan Akan Jatuh ke Bumi pada Akhir Pekan Ini)

Kala India merupakan produsen vaksin terbesar kedua di dunia, negara tersebut kesulitan untuk mendistribusikan dosis yang cukup untuk menekan gelombang Covid-19.

Harian The Hindustan Times pada Jumat (7/5) mendesak percepatan program vaksinasi, bisa ikut mengendalikan pandemi Covid-19.

Modi telah menekankan bahwa negara-negara bagian India harus terus menjaga laju vaksinasi. Meski negara tersebut telah mendistribusikan setidaknya 157 juta dosis vaksin, laju inokulasinya telah menurun tajam dalam beberapa hari terakhir.

"Setelah mencapai laju sekitar 4 juta per hari, kini kita turun ke 2,5 juta per hari akibat kekurangan vaksin," kata professor ekonomi dari Universitas British Columbia, Amartya Lahiri, dikutip dari harian Mint.

"Target 5 juta per hari berada di sisi yang lebih rendah dari apa yang harus kita targetkan, mengingat bahkan di laju tersebut pun, akan memakan kita satu tahun untuk memberikan dua dosis bagi semua masyarakat. Situasi saat ini sayangnya sangat kelam," lanjutnya.

(Baca juga: Muslim India Padati Pasar untuk Persiapan Hari Raya Idul Fitri)

Uni Eropa pada Kamis (6/5) mendukung proposal Amerika Serikat (AS) untuk mendiskusikan perlindungan paten untuk vaksin Covid-19 dalam upaya untuk meningkatkan pasokan dan akses terhadap vaksin, terutama di negara-negara berkembang yang rentan.

India melaporkan rekor baru dalam peningkatan kasus virus corona sebanyak 414.188 kasus, pada Jumat, membawa total kasus baru pada pekan ini sebanyak 1,57 juta. Total kasus di India kini mencapai 21,49 juta. Sementara itu, kematian akibat Covid-19 meningkat sebanyak 3.195 kasus menjadi 234.083.


Para ahli medis mengatakan bahwa situasi sebenarnya atas Covid-19 di India mencapai lima hingga 10 kali lipat dari penghitungan resmi.

Sumber: okezone

Menyusul 1,5 Juta Kasus Baru Covid-19, Oposisi India Desak Percepatan Vaksinasi

Menyusul 1,5 Juta Kasus Baru Covid-19, Oposisi India Desak Percepatan Vaksinasi

Menyusul 1,5 Juta Kasus Baru Covid-19, Oposisi India Desak Percepatan Vaksinasi

Menyusul 1,5 Juta Kasus Baru Covid-19, Oposisi India Desak Percepatan Vaksinasi

Menyusul 1,5 Juta Kasus Baru Covid-19, Oposisi India Desak Percepatan Vaksinasi

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya