0
Thumbs Up
Thumbs Down

Menyelami Makna Thumaninah

Republika Online
Republika Online - Tue, 25 Jun 2019 08:49
Dilihat: 27
Menyelami Makna Thumaninah

Oleh: Abdul Mujib

"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati akan Allah-lah hati menjadi tenteram" (QS 11: 28)

Jika sakinah memiliki arti ketenangan dari rasa takut, maka thuma'ninah mencakup ketenangan jiwa individu disebabkan karena memiliki berbagai ilmu dan keimanan yang kokoh.

Seperti dalam pelaksanaan rukun shalat, seluruh tahapan dari aktivitas kehidupan manusia memerlukan adanya thuma'ninah, baik dalam kondisi bekerja, bermain, bercengkerama, bahkan tidur sekalipun. Fungsi thuma'ninah selain untuk memberi ketenangan jiwa, menghindarkan diri dari segala penyakit batin seperti keresahan dan kecemasan, juga untuk menentukan apakah setiap tahapan kehidupan individu itu telah dilalui secara sempurna atau belum.

Kesempurnaan di sini menjadi target thuma'ninah, karena dinamika kehidupan manusia merupakan proses untuk mencapai kualitas manusia paripurna (insan kamil).

Ibnu Qayyim al-Jauziyah membagi thuma'ninah dalam tiga tingkatan. Pertama, thuma'ninah karena berzikir kepada Allah, sehingga menghilangkan ketakutan dan mendatangkan harapan dan ketenteraman.

Kedua, thuma'ninah ruh ketika mencapai tujuan kasyaf (terbukanya rahasia Allah), rindu akan janji suci, dan bertemu setelah berpisah. Ketiga, thuma'ninah karena menyaksikan kehadiran kasih sayang Allah, menggapai keabadian, dan mencapai derajat cahaya yang abadi.

Thuma'ninah hanya berlaku pada perbuatan yang baik, sebab hal itu akan mengakibatkan kebakaan dan kedamaian. Sementara thuma'ninah yang dikaitkan dengan perbuatan buruk atau dosa merupakan thuma'ninah yang semu, yang akan mengakibatkan kefanaan dan kekacauan, sebab dosa merupakan kondisi emosi individu yang dirasa tidak tenang setelah ia melakukan perbuatan itu dan merasa tidak enak jika perbuatannya diketahui oleh orang lain.


Seluruh perbuatan yang berlabel dosa tidak akan bermuara pada thuma'ninah, sekalipun dalam dosa terdapat kenikmatan yang semu. Thuma'ninah dapat diraih oleh individu ketika ia mentaati hukum-hukum yang ditetapkan oleh Allah SWT. Dia yang menciptakan batin manusia dan yang memberi petunjuk bagaimana batin itu mendapatkan thuma'ninah.

Berita Terkait
  • Menjadi Pemimpin yang Memahami Keluhan Rakyat
  • Kesamaan Derajat Manusia Menurut Islam
  • Hikmah Kisah Pembelahan Dada Nabi
Berita Lainnya
  • Restorasi Masjid Tua di Turki Berumur 7 Ratus Tahun Rampung
  • Hormati MU, Lukaku tak Memaksa Minta Dijual ke Inter

Menyelami Makna Thumaninah

Menyelami Makna Thumaninah

Menyelami Makna Thumaninah

Menyelami Makna Thumaninah

Menyelami Makna Thumaninah

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya