0
Thumbs Up
Thumbs Down

Menteri Agama Angkat Bicara Soal Umrah Digital

Republika Online
Republika Online - Wed, 17 Jul 2019 16:06
Dilihat: 29
Menteri Agama Angkat Bicara Soal Umrah Digital

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin memberikan tanggapan terkait isu umrah digital. Seperti diketahui, pada awal Juli ini Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) telah menandatangani nota kesepahaman dengan pemerintah Arab Saudi terkait ekonomi digital, termasuk di dalamnya persoalan umrah.

Menurut Menag, pada intinya inovasi tidak terelakkan dan harus direspons dengan tepat di tengah era disrupsi seperti saat ini. "Kita sedang pelajari model dan proses bisnis serta ekosistemnya dalam penyelenggaraan umrah di era digital. Disrupsi inovasi tak terelakkan, kita harus merespons dengan tepat," kata Menag Lukman Hakim kepada Ihram.co.id, Rabu (17/7).

Lukman menekankan, pihak Kemenkominfo memang berkewenangan dalam mengatur unicorn. Adapun pihak Kementerian Agama (Kemenag) berwenang mengatur soal umrah.

Karena itu, Menag mengaku akan segera melakukan pelbagai penyesuaian untuk menciptakan iklim usaha yang baik. Pada intinya, dia berharap seluruh penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) dapat bersinergi dengan unicorn atau perusahaan berbasis aplikasi digital. Dengan begitu, biro perjalanan umrah konvensional tak akan dirugikan.

"Bukan untuk saling meniadakan. Dan yang terpenting, peningkatan kualitas layanan kepada jamaah terpenuhi," kata dia.

Persoalan Regulasi

Menag menyebutkan, regulasi yang ada saat ini masih mensyaratkan kepemilikan PPIU oleh seorang Muslim. Dalam kondisi demikian, dia berharap ada dialog antara pihak PPIU dan unicorn untuk berkolaborasi dalam membangun iklim usaha yang sehat dan adaptif di era disrupsi. Semua itu dilakukan dengan tetap dalam koridor regulasi yang berlaku.

"Karena umrah punya kekhususan sebagai perjalanan ibadah umat Islam, bukan semata bisnis wisata religi," jelas Lukman.

Sebelumnya Menkominfo Rudiantara telah memberikan penjelasan soal umrah digital. Dia menegaskan, Traveloka dan Tokopedia tidak akan menjadi penyelenggara umrah.

"Mereka (Traveloka dan Tokopedia) tidak akan menjadi penyelenggara umrah. Mereka kan platform. Kalau platform kan sama seperti back office, yang mengintegrasikan proses-proses agar lebih efisien," kata dia Selasa (16/7) lalu.


Berita Terkait
  • Pengalaman Menumpang Bus Shalawat di Makkah
  • MUI: Umrah Digital Sah Secara Syariah
  • Aplikasi Rumah Belajar untuk Berdayakan Guru
Berita Lainnya
  • Dua Universitas Australia Diduga Terkait Pelanggaran HAM di China
  • Formula E Jakarta Bisa Jadi Ajang Unjuk Kemampuan Indonesia

Menteri Agama Angkat Bicara Soal Umrah Digital

Menteri Agama Angkat Bicara Soal Umrah Digital

Menteri Agama Angkat Bicara Soal Umrah Digital

Menteri Agama Angkat Bicara Soal Umrah Digital

Menteri Agama Angkat Bicara Soal Umrah Digital

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya