0
Thumbs Up
Thumbs Down

Menkominfo : Pemerintah Terapkan Pengetatan Kegiatan Nataru

Republika Online
Republika Online - Wed, 08 Dec 2021 11:44
Dilihat: 215
Menkominfo : Pemerintah Terapkan Pengetatan Kegiatan Nataru

JAKARTA -- Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menegaskan penerapan aturan pengetatan aktivitas masyarakat selama periode liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan diambil oleh pemerintah guna mencegah penyebaran virus COVID-19. Pemerintah berfokus menjaga situasi penanganan pandemi secara berkelanjutan guna memastikan Presidensi G20 pada tahun depan dapat berjalan lancar.

Pemerintah, melalui sidang kabinet memutuskan akan memperkuat pengawasan pada periode Nataru nanti untuk menghindari penyebaran COVID-19. Keputusan ini diambil berdasarkan pengamatan mendalam, mempertimbangkan tren kasus COVID-19 di Indonesia yang melandai, serta beragam informasi terbaru tentang varian baru Omicron yang mengindikasikan bahwa varian ini relatif tidak terlalu mengkhawatirkan.

Pemberlakukan pengetatan aktivitas masyarakat pada saat Nataru diharapkan dapat menjaga momentum penanganan pandemi di Indonesia yang berjalan dengan cukup baik. Hal ini diperlukan karena tahun depan Indonesia akan menjalankan Presidensi G20 dan mengharapkan pemulihan yang saat ini sudah bertumbuh lebih baik.

"Caranya, bukan dengan penerapan PPKM, namun pengetatan Nataru. Jadi nanti akan ada Inmendagri yang secara khusus akan disiapkan bagi aktivitas masyarakat saat Nataru, dengan tetapapat mengendalikan atau mewaspadai COVID-19," papar Johnny, Rabu (8/12).

Johnny menegaskan masyarakat tidak perlu terjebak dalam euforia dan harus tetap berhati-hati. "Presiden juga terus mengingatkan, kita perlu membangun optimisme namun dengan tingkat kehati-hatian," lanjutnya.

Dalam protokol Nataru tersebut terdapat sejumlah aturan pengetatan, tetapi tidak akan ada kebijakan penyekatan. Adapun, pengetatan tersebut akan melingkupi tiga regulasi utama yang akan diatur dalam Inmendagri.

Pertama, perjalanan hanya boleh dilakukan oleh warga yang sudah divaksin lengkap. Johnny mengajak masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi atau melengkapi vaksinnya hingga dua kali, karena warga yang belum lengkap vaksinnya dilarang bepergian. Demikian juga mereka yang sedang sakit, diharapkan tidak bepergian.

Kedua, perayaan Natal dan Tahun Baru tidak diperbolehkan. Namun, ibadah tetap diperbolehka dengan kapasitas yang diatur, yaitu 50% dari kapasitas yang ada. Ia juga menyebutkan bahwa

pemanfaatan ibadat secara digital juga dapat dilangsungkan.

Ketiga, olahraga dan seni yang melibatkan penonton dilarang untuk dilaksanakan. Sedangkan restoran dan mall tetap buka dengan kapasitas 75%. Pemerintah juga tetap melakukan pengetatan di pintu masuk negara, untuk mencegah pelaku perjalanan luar negeri masuk bersama virus Omicron. Bagi yang masuk ke indonesia akan dikenakan karantina selama 10 hari.

"Ini tentu dengan maksud agar kita bisa mengendalikan agar jangan sampai Omicron masuk indonesia," tutur Johnny.

Pada kesempatan yang sama, Johnny menjelaskan bahwa dari hasil telaah dan informasi yang diperoleh, gejala yang ditimbulkan varian Omicron terpantau relatif lebih ringan. Meski demikian, iamenegaskan bahwa kita tidak boleh lengah.

Terlebih, variant of concern tersebut dinilai lebih menular pada anak-anak usia remaja. Oleh karena itu, dia meminta para remaja harus berhati-hati, jangan sampai menjadi orang tanpa gejala yang justru menyebarkan virus Omicron.

Johnny juga menjelaskan bahwa negara-negara yang terkonfirmasi Omicron berada dalam monitoring yang ketat oleh pemerintah untuk memastikan kita terjaga dengan baik. "Karena tahundepan kita juga akan melaksanakan G20 sehingga semua protokol pencegahan harus dilakukandengan baik," tandasnya.

Di sisi lain, Johnny mengingatkan masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi. Hal ini, lanjutnya sejalan dengan arahan dari Presiden Jokowi yang meminta seluruh instrumen pemerintah untuk memperhatikan rekomendasi WHO yang mendorong percepatan vaksinasi.

Saat ini, cakupan vaksinasi di Indonesia adalah 68,90% untuk dosis pertama dan 48% untuk dosiskedua, dari seluruh target sasaran vaksinasi nasional. Johnny kembali menekankan, meskipun Omicron relatif lebih ringan, namun disiplin protokol kesehatan harus tetap diperkuat. Ia juga terus mengajak masyarakat segera mengambil bagian aktif dalam upaya percepatan vaksinasi.

Cek Typo


Berita Terkait
  • Kebijakan Pemerintah Saat Momen Nataru
  • Mobilitas Masyarakat Tetap Dibatasi Meski PPKM 3 Dibatalkan
  • Empat Pertimbangan Pembatalan PPKM Level 3 Versi Legislator
Berita Lainnya
  • Transjakarta Alihkan Sejumlah Rute Imbas Aksi Buruh di Sekitar Monas
  • Evakuasi Korban Semeru Terkendala Sisa Material Erupsi yang Masih Panas

Menkominfo : Pemerintah Terapkan Pengetatan Kegiatan Nataru

Menkominfo : Pemerintah Terapkan Pengetatan Kegiatan Nataru

Menkominfo : Pemerintah Terapkan Pengetatan Kegiatan Nataru

Menkominfo : Pemerintah Terapkan Pengetatan Kegiatan Nataru

Menkominfo : Pemerintah Terapkan Pengetatan Kegiatan Nataru

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya