0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mengenal Istilah Dakwaan, Kata Arab yang Dipakai Dunia Hukum

Republika Online
Republika Online - Tue, 10 Dec 2019 22:09
Dilihat: 36
Mengenal Istilah Dakwaan, Kata Arab yang Dipakai Dunia Hukum

Dakwaan. Seringkali kita mendengar kata ini, tentu sebagai salah satu diksi yang kerap digunakan dalam pengadilan. Dakwa ternyata berasal dari bahasa Arab hingga kemudian digunakan dengan istilah syar'i atau hukum positifinya.

Menguitp Fiqh as-Sunnah, karya Syekh Sayyid Sabiq, Ad-Da'waa menurut bahasa berarti thalab yang berarti tuntutan atau permintaan. Allah SWT berfirman, ''Dan kamu memperoleh di dalamnya surga apa yang kamu minta.'' (QS Fushshilat [41]: 31).

Dalam syariat, ad-da'waa berarti menghubungkan kepada diri sendiri hak atas sesuatu yang ada pada orang lain atau dalam tanggungan orang lain. Mudda'i (pendakwa) adalah orang yang meminta hak. Bila diam tidak menuntut, maka dibiarkan saja. Sedangkan mudda'i alaihi (yang didakwa) ialah orang yang dimintai hak dan bila diam, maka tidak dibiarkan saja.

Dakwaan itu tidak sah melainkan dari orang yang merdeka, berakal, baligh dan waras. Maka hamba sahaya, orang yang gila, orang yang tidak waras, anak-anak, dan orang dungu tidak diterima dakwaan mereka. Sebagaimana syarat-syarat ini diwajibkan bagi pendakwa, maka syarat-syarat itu pun diwajibkan pula bagi orang yang mungkir terhadap dakwaan.

Dakwaan tidak diakui kecuali berdasarkan dalil yang membuktikan kebenarannya. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda, ''Seandainya manusia diberi kebebasan berdasarkan dakwaan mereka, tentulah banyak orang yang mendakwakan darah orang dan hartanya. Akan tetapi orang yang berdakwa itu harus bersumpah.'' (Hadis riwayat Ahmad dan Muslim).

Pendakwa adalah orang yang dibebani dengan mengadakan pembuktian atas kebenaran dan keabsahan dakwaannya, sebab yang menjadi dasar ialah bahwa orang yang didakwa itu bebas dalam tanggungannya. Pendakwa wajib membuktikan keadaan yang berlawanan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW, ''Bukti itu wajib bagi pendakwa, dan sumpah itu wajib bagi orang yang mengingkarinya.''

Disyaratkan agar bukti itu pasti, sebab bukti yang tidak pasti tidak mendatangkan kayakinan. Allah berfirman dalam surah an-Najm (53) ayat 28, ''Dan sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran.''

Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda kepada seorang lelaki, ''Apakah engkau melihat matahari?'' Orang itu menjawab: ''Ya.'' Beliau berkata: ''Bersaksilah dalam keadaan seperti itu atau engkau tinggalkan saja.'' Adapun cara untuk menetapkan dakwaan adalah dengan ikrar, kesaksian, sumpah, dan dengan dokumen yang resmi.''


Berita Terkait
  • KPK Dakwa Dua Terduga Pelaku Suap Krakatau Steel
  • KPK Dakwa Dua PPK Ditjen di Kementerian PUPR
  • Penasihat KPK: Tunggu Persidangan Sampai Tuntas
Berita Lainnya
  • Klopp Sanjung Penampilan Pemain Pelapis Liverpool
  • Instagram Perketat Pendaftaran dengan Tanggal Lahir

Mengenal Istilah Dakwaan, Kata Arab yang Dipakai Dunia Hukum

Mengenal Istilah Dakwaan, Kata Arab yang Dipakai Dunia Hukum

Mengenal Istilah Dakwaan, Kata Arab yang Dipakai Dunia Hukum

Mengenal Istilah Dakwaan, Kata Arab yang Dipakai Dunia Hukum

Mengenal Istilah Dakwaan, Kata Arab yang Dipakai Dunia Hukum

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya