0
Thumbs Up
Thumbs Down

Menelusuri Jejak Muhammadiyah di Tanah Papua

Republika Online
Republika Online - Sat, 30 May 2020 07:17
Dilihat: 73
Menelusuri Jejak Muhammadiyah di Tanah Papua

JAKARTA -- Agama Islam dipercaya lebih dulu sampai ke tanah Papua sebelum agama Kristen. Banyak yang berpendapat bahwa Islam sampai ke tanah Papua antara abad ke-13 sampai ke-17. Sementara itu, organisasi Muhammadiyah sampai ke tanah Papua sejak sekitar tahun 1926.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua Barat, Mulyadi Djaya menyampaikan, Islam pertama kali masuk ke tanah Papua melalui Papua Barat kemudian ke bagian selatan. Melewati Kabupaten Raja Ampat, Bintuni, Fakfak dan Kaimana. Sayangnya sampai sekarang belum bisa dipastikan kapan tepatnya Islam masuk ke tanah Papua.

"Yang tercatat adalah Kristen masuk ke Papua pada 5 Februari 1855," kata Mulyadi saat Bincang Sejarah bertema 'Mencari Jejak Sejarah Lokal Muhammadiyah', Jumat (29/5) malam.

Ia menjelaskan, menurut catatan sejarah, Islam masuk ke Papua ada yang menyatakan sejak abad ke-13, abad ke-14 sampai abad ke-17. Artinya Islam sudah sampai tanah Papua sejak abad 17, sedangkan Kristen sampai ke Papua pada abad 19.

Ia menyampaikan, ada juga agama Islam yang dibawa ke Papua dari Jawa sekitar tahun 1905. Selain itu diketahui ada hubungan antara Aceh dan Papua. Diketahui Teuku Bujang Selamat dari Aceh dibuang oleh Belanda ke Merauke, Papua tahun 1922.

Empat tahun Teuku Bujang Selamat di Merauke berhasil membangun madrasah pertama di sana. Kemudian membangun masjid dan melakukan kegiatan Shalat Ied pertama di sana pada tahun 1926.

Menurut Mulyadi, awal Muhammadiyah hadir di Merauke sekitar tahun 1926. Mulai ada kegiatan yang bercirikan Muhammadiyah yang dikembangkan oleh Teuku Bujang Selamat dengan menggerakkan para pemuda.

"Karena aktivitas beliau (Teuku Bujang Selamat) di Merauke mengembangkan Islam, Belanda memenjarakan dia di penjara Digul (di Papua)," ujarnya.

Di penjara, Teuku Bujang Selamat berpesan kepada orang di Merauke agar mendatangkan dai dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang ada di Yogyakarta. Ada tiga dai yang dikirim ke Merauke. Tapi belum dijejaki siapa saja dai-dai tersebut. Itulah periode pertama Muhammadiyah masuk ke tanah Papua

Di periode kedua, Muhammadiyah diterima oleh raja yang berkuasa di wilayah selatan Papua pada tahun 1940. Raja Rumbati ke-16 yang menerima Muhammadiyah di Papua. "Beliau adalah raja yang memiliki kekuasaan dan beliau orang berpendidikan," ujarnya.

Menurutnya, pada zaman Belanda pergerakan Islam dibatasi. Di zaman itu yang boleh berkembang hanya Kristen Protestan dan Katolik.


Berita Terkait
    Berita Lainnya
    • Presiden La Liga Ingin Musim Depan Dimulai 12 September
    • Pesan Tyson Pada Rooney Soal Jebakan Superstar Muda

    Menelusuri Jejak Muhammadiyah di Tanah Papua

    Menelusuri Jejak Muhammadiyah di Tanah Papua

    Menelusuri Jejak Muhammadiyah di Tanah Papua

    Menelusuri Jejak Muhammadiyah di Tanah Papua

    Menelusuri Jejak Muhammadiyah di Tanah Papua

      
    PARTNER KAMI
    JPNN
    Republika Online
    LIPUTAN6
    okezone
    BBC
    bintang
    bola
    Antvklik
    rumah123
    Rumah
    Love Indonesia
    CENTROONE
    wartaekonomi
    Voice of America
    Popular
    Gocekan
    Teqnoforia
    Angelsontrip
    Makanyuks
    telsetNews
    BisnisWisata
    Jakarta Kita
    Indonesia Raya News
    RajaMobil
    Mobil123
    Otospirit
    MakeMac
    Indotelko
    Inditourist
    TEKNOSAINS
    MotorExpertz
    Mobil WOW
    Oto
    Kpop Chart
    salamkorea
    slidegossip
    Hotabis
    INFOJAMBI
    Japanese STATION
    SeleBuzz
    Cintamobil
    Football5star
    Citra Indonesia
    OTORAI
    Sehatly
    Hetanews
    Inikata
    Nusabali
    Garduoto
    Beritakalimantan
    batampos
    covesia
    carmudi
    idnation
    inipasti
    teknorush
    winnetnews
    mediaapakabar
    carvaganza
    mediakepri
    kabarsurabaya