0
Thumbs Up
Thumbs Down

Memilih Investasi di Pasar Modal

okezone
okezone - Sat, 09 Nov 2019 12:43
Dilihat: 50
Memilih Investasi di Pasar Modal

JAKARTA - Sudahkan Anda menyisihkan uang untuk menabung? Setiap orang yang sudah memiliki penghasilan selayaknya memiliki tabungan untuk membiayai kebutuhan di masa depan. Misalnya, untuk membeli rumah, membiayai uang sekolah anak, beribadah ke tanah suci dan untuk dana pensiun.

Namun, tahukah Anda nilai uang Rp1 juta di tahun ini, kira-kira sama nilainya dengan nominal Rp500 ribu tiga tahun lalu. Saat Anda menabung di bank dengan nominal Rp500 ribu, dengan harapan bisa membeli barang di harga tersebut tiga tahun mendatang, ternyata sudah tidak mencukupi, karena di tahun berikutnya harga sudah berubah. Setiap tahun terjadi peningkatan harga-harga barang dan jasa atau yang disebut dengan inflasi.

Baca juga; Peraturan Perdagangan di Papan Akselerasi, Apa Saja?

Data dari Bank Indonesia menunjukkan, tingkat inflasi selama 5 tahun terakhir (2013-2018) mengalami pasang surut, dengan rata-rata 5%. Inflasi 11 tahun lalu bahkan sempat menyentuh angka 9,8% di tahun 2008. Kenaikan inflasi yang dicatat pemerintah pun hanya berlaku untuk barang-barang kebutuhan pokok. Biaya pendidikan rata-rata naik lebih tinggi, di kisaran 15% per tahun. Properti dan kendaraan naik rata-rata 10% setiap tahun. Barang-barang elektronik bisa naik lebih tinggi. Apalagi jika barang impor yang ikut dipengaruhi selisih kurs rupiah dengan mata uang negara importir.

Nah, bagaimana caranya mengatasi inflasi? Investor pasar modal bisa mengatasinya dengan cara menabung saham, atau berinvestasi di saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan menabung saham, investor memiliki potensi mendapatkan return yang relatif tinggi jika dibandingkan bunga bank. Jika bunga bank rata-rata 2-3% per tahun, menabung saham selama dua dekade terakhir bisa mencatat kenaikan modal rata-rata 20%. Angka tersebut dihitung dari rata-rata pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI.

Namun sesuai prinsip investasi, "high risk, high return", semakin tinggi potensi keuntungan, semakin besar pula risiko investasi. Harga saham bisa turun naik akibat berbagai faktor. Tahun 2018 misalnya, IHSG BEI minus 2,5%. Tahun sebelumnya, 2016 dan 2017 IHSG naik masing-masing 15,32% dan 19,9%. Cara mengurangi risiko adalah dengan berinvestasi saham dalam jangka panjang, yaitu di atas lima tahun.


Jadi, untuk membiayai kebutuhan jangka panjang agar bisa melawan investasi, cara terbaik dengan menabung saham. Sementara untuk kebutuhan jangka pendek atau di bawah lima tahun, bisa memilih menabung di bank yang memberikan imbal hasil yang pasti, dan modal yang ditabung tidak akan berkurang.

Sumber: okezone

Memilih Investasi di Pasar Modal

Memilih Investasi di Pasar Modal

Memilih Investasi di Pasar Modal

Memilih Investasi di Pasar Modal

Memilih Investasi di Pasar Modal

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya