0
Thumbs Up
Thumbs Down

Membaca Argumentasi di Balik Suplai Khutbah Pemerintah

Republika Online
Republika Online - Sat, 24 Oct 2020 12:00
Dilihat: 38
Membaca Argumentasi di Balik Suplai Khutbah Pemerintah

Oleh: Arif Fahrudin*

Manajemen kualitas penyelenggaraan khutbah Jumat tidak dapat dilepaskan dari posisi hukum dan nilai ibadah sholat Jumat. Pertama, hukum sholat Jumat adalah wajib bagi setiap Muslim yang mukallaf, baligh, berakal, laki-laki, dan tidak sedang memiliki uzur. Kedua, sholat Jumat dilaksanakan secara rutin dan terus-menerus pada setiap hari Jumat. Ketiga, sholat Jumat adalah ibadah sholat dengan jamaah yang lebih massif dibandingkan dengan sholat jamaah rawatib.

Khutbah Jumat menjadi salah satu rangkaian prosesi yang sangat penting dalam ibadah sholat Jumat. Meskipun hukum mengikuti khutbah Jumat adalah sunnah muakkadah, namun bila seorang jamaah Jumat sengaja meninggalkannya dengan motif kesibukan di luar uzur syar'i, maka ia mendapatkan dosa. Bahkan, bila khatib Jumat sedang berkhutbah sementara jamaah Jumat tidak menyimaknya dengan khusyuk, maka dia dapat kehilangan pahala dan keutamaan sholat Jumat.

Begitulah urgensi dan posisi vital khutbah Jumat dalam proses ibadah sholat Jumat.Jika dipahami secara mendalam dan seksama ia memiliki pesan-pesan yang sangat penting dan konstruktif bagi upaya peningkatan kualitas kehidupan umat Islam melalui rutinitas penyelenggaraan ibadah sholat Jumat.

Manajemen kualitas khutbah Jumat yang dikelola dengan optimal dapat menjadi medium strategis (al-washlatul 'udhm) bagi penyampaian pesan-pesan keislaman secara massif, solusif, komprehensif, membumi, dan keberlanjutan (sustainable). Massif bermakna khutbah Jumat menjadi rangkaian ibadah yang melibatkan jamaah lebih besar dari penyelenggaraan ibadah sholat rawatib mengingat pelaksanaannya sebagai bagian dari ibadah sholat Jumat.

Solusif bermakna khatib Jumat memiliki peran sebagai garda depan penyampaian bimbingan-bimbingan dan pesan keagamaan yang dibutuhkan oleh umat Islam dan bangsa Indonesia untuk menjawab problematika keumatan dan kebangsaan. Komprehensif bermakna tema khutbah Jumat dapat menyentuh segala aspek yang menjadi skala prioritas keberlangsungan kehidupan keagamaan dan kebangsaan secara berkualitas.

Membumi bermakna khutbah Jumat nyatanya menjadi media penyampaian pesan-pesan keagamaan dan kehidupan sosial tanpa sekat birokrasi dan strata sosial antara khatib dan jamaah Jumat. Keberlanjutan bermakna khutbah Jumat memiliki peran strategis bagi penyampaian konten keagamaan yang kontekstual, aktual, faktual, secara rutin dan berkala setiap Jumatnya. Itulah potensi, posisi dan peran penting khutbah Jumat. Jika manajemen kualitas khutbah Jumat dikelola dengan optimal, maka ada optimisme yang kuat bagi tercapainya tujuan-tujuan pembangunan nasional di berbagai bidang.

Berita Terkait
  • Yordania Kembali Buka Masjid untuk Sholat Jumat
  • Kemenag Pasok Khutbah, Wakil Menteri Agama: Baik Sangkalah
  • Materi Khutbah Jumat Jangan Berdasar Kecurigaan Radikalisme
Berita Lainnya
  • Sempat Tertinggal Dua Gol, Sassuolo Tahan Imbang Torino
  • Mundur dari Sinetron Ini, Tika Bravani Bantah Kena COVID-19

Membaca Argumentasi di Balik Suplai Khutbah Pemerintah

Membaca Argumentasi di Balik Suplai Khutbah Pemerintah

Membaca Argumentasi di Balik Suplai Khutbah Pemerintah

Membaca Argumentasi di Balik Suplai Khutbah Pemerintah

Membaca Argumentasi di Balik Suplai Khutbah Pemerintah

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya