0
Thumbs Up
Thumbs Down

Memanfaatkan Sabut Kelapa Jadi Cat Tembok Ramah Lingkungan

Republika Online
Republika Online - Mon, 26 Aug 2019 04:15
Dilihat: 19
Memanfaatkan Sabut Kelapa Jadi Cat Tembok Ramah Lingkungan

SLEMAN -- Sejumlah mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) meneliti pemanfaatan zeolit alam dan selulosa dari sabut kelapa. Bahan itu dijadikan pengisi dan perekat bagi cat dinding.

Pemilihan sabut kelapa karena komponen dasarnya terdiri dari selulosa, hemiselulosa dan lignin. Selulosa bisa digunakan sebagai bahan matrik dalam komposit zeolite.

Ada Adelia Putri Hestiana Dewi, Anita Rahmawati dan Fakhrizal Naufal dari Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas MIPA. Penelitian diharapkan pula dapat meningkatkan nilai dari limbah sabut kelapa.

Akhirnya, dari yang selama ini belum dioptimalkan pemanfaatannya sabut kelapa bisa jadi salah satu produk cat yang ramah lingkungan. Adelia menilai, sabut kepala mengandung serat dan gabus.

"Menghubungkan satu serat dengan serat yang lain karena sabut kelapa terdiri dari 75 persen serat dan 25 persen gabus," kata Adelia.

Ia menerangkan, potensi penggunaan serat sabut kelapa sebagai biosorben bisa jadi penghilang logam berat dari perairan cukup tinggi. Sebab, serat sabut kelapa mengandung lignin dan selulosa.

Serat sabut kelapa sangat berpotensi sebagai biosorben karena mengandung selulosa yang struktur molekulnya miliki gugus karboksil. Serta, lignin yang mengandung asam phenolat pengikat logam.

Selulosa dan lignin merupakan biopolimer yang berhubungan dengan proses pemisahan logam berat. Anita menuturkan, penelitian dilakukan langsung di Fakultas MIPA UNY.

Setelah beberapa proses penelitian di laboratorium, pembuatan cat tembok emulsi dilakukan. Acrylix dilarutkan sebanyak 300 gram ke dalam 300 ml air, lalu diaduk hingga homogen.

Kemudian, ditambahkan komposit zeolit-nano selulosa dari sabut kelapa sebanyak 100 gram. Setelah itu, kembali diaduk gunakan magnetic stirrer hingga homogen dan menjadi cat tembok emulsi.

Cat tembok emulsi yang diperoleh selanjutnya dianalisis berdasarkan SNI 3564:2009 tentang mutu cat tembok. Penelitian ini sukses meraih dana Dikti dalam PKM-PE 2019 dan lolos dalam Pimnas 2019.


Berita Terkait
  • UNY Kembangkan Kampung Wisata Air di Magelang
  • Mahasiswa Diminta Adaptif pada Perubahan
  • La Liga: Indonesia Mungkin Punya The Next Messi
Berita Lainnya
  • 5 Bahan Alami Untuk Melembutkan Tangan
  • Warga Bantul Diperas Wartawan Gadungan Rp 100 Juta

Memanfaatkan Sabut Kelapa Jadi Cat Tembok Ramah Lingkungan

Memanfaatkan Sabut Kelapa Jadi Cat Tembok Ramah Lingkungan

Memanfaatkan Sabut Kelapa Jadi Cat Tembok Ramah Lingkungan

Memanfaatkan Sabut Kelapa Jadi Cat Tembok Ramah Lingkungan

Memanfaatkan Sabut Kelapa Jadi Cat Tembok Ramah Lingkungan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya