0
Thumbs Up
Thumbs Down

Masyarakat Kuno Jambi Memiliki Karakter Hydraulic Society

Republika Online
Republika Online - Wed, 12 Aug 2020 22:35
Dilihat: 58
Masyarakat Kuno Jambi Memiliki Karakter Hydraulic Society

JAKARTA -- Masyarakat kuno yang hidup dalam kurun waktu 1000 tahun di Daerah Aliran Sungai Batanghari di Jambi, disebut memiliki karakter hydraulic society yang tinggal di lingkungan air. Arkeolog Universitas Indonesia, Junus Satrio Atmodjo, mengungkapkan, mereka tidak mengenal pertanian di tanah seperti di Pulau Jawa atau cangkul, tetapi mengenal sistem mata angin dan bintang.

Junus dalam webinar Pemukiman Kuno di DAS Batanghari yang diakses dari Jakarta, Rabu (12/8), mengatakan, karakter sebagai hydraulic society tersebut ada di masyarakat kuno Batanghari. Karakter ini memiliki ciri khas sama, yakni hidup di depan sungai dan di bagian belakang rumahnya berupa rawa.

"Mungkin rawa menjadi lahan pertanian basah mereka, tidak seperti di Jawa. Maka jenis padi yang mereka tanam juga berbeda dengan di Jawa," ujar Junus.

Mereka datangkan teknologi dari luar, contohnya gerabah, karena di lingkungan air tidak mungkin mendapat tanah liat. Lalu mereka mendatangkan pipihan, keramik dari China dan Thailand.

"Semua (teknologi) didatangkan dari luar, base on trade. Selama 1000 tahun lebih pola kehidupan mereka tidak berubah. Perubahan drastis itu terjadi di abad 20, saat kita kenalkan jalan raya dan sistem perkebunan kultur," ujar dia.

Junus mengatakan, selama melakukan kajian di Jambi sekitar 30 tahun lalu, tidak melihat ada perubahan drastis kehidupan 1000 tahun lalu di DAS Batanghari dengan kondisi sekarang. Hampir semua hidup di tepi sungai yang polanya memanjang, rumah tidak dibangun di belakang lainnya tetapi di sampingnya.

Tapi ketika jalan dibangun, sekarang masyarakat hidup menghadap ke jalan. Ketika hutan dan lahan dibuka, maka rumah-rumah mereka tidak lagi terikat dengan sungai.

Temuan prasejarah dari hasil penggalian pemakaman di Batanghari, Jambi, ditemukan gentong yang di dalamnya berisi kerangka. Mereka juga hidup di depan sungai, mencari ikan dan bercocok tanam di sana, sehingga sungai memang menjadi pertimbangan mereka berada di sana.


"Saya tidak lihat perubahan pemukiman, tapi 'basically' linier. Tidak hanya di Jambi tapi di sepanjang wilayah pantai timur Sumatera, dari Aceh, Riau dan seterusnya. Selama ada sungai besar mereka tinggal di sana," ujar Junus.

Berita Terkait
    Berita Lainnya
    • Kelompok Tani Desa Berdaya Dokulamo Panen Cabe
    • Pejabat Polisi Diminta Serius Jalankan Protokol Kesehatan

    Masyarakat Kuno Jambi Memiliki Karakter Hydraulic Society

    Masyarakat Kuno Jambi Memiliki Karakter Hydraulic Society

    Masyarakat Kuno Jambi Memiliki Karakter Hydraulic Society

    Masyarakat Kuno Jambi Memiliki Karakter Hydraulic Society

    Masyarakat Kuno Jambi Memiliki Karakter Hydraulic Society

      
    PARTNER KAMI
    JPNN
    Republika Online
    LIPUTAN6
    okezone
    BBC
    bintang
    bola
    Antvklik
    rumah123
    Rumah
    Love Indonesia
    CENTROONE
    wartaekonomi
    Voice of America
    Popular
    Gocekan
    Teqnoforia
    Angelsontrip
    Makanyuks
    telsetNews
    BisnisWisata
    Jakarta Kita
    Indonesia Raya News
    RajaMobil
    Mobil123
    Otospirit
    MakeMac
    Indotelko
    Inditourist
    TEKNOSAINS
    MotorExpertz
    Mobil WOW
    Oto
    Kpop Chart
    salamkorea
    slidegossip
    Hotabis
    INFOJAMBI
    Japanese STATION
    SeleBuzz
    Cintamobil
    Football5star
    Citra Indonesia
    OTORAI
    Sehatly
    Hetanews
    Inikata
    Nusabali
    Garduoto
    Beritakalimantan
    batampos
    covesia
    carmudi
    idnation
    inipasti
    teknorush
    winnetnews
    mediaapakabar
    carvaganza
    mediakepri
    kabarsurabaya