0
Thumbs Up
Thumbs Down

Marwan Jafar Apresiasi Resktrukturisasi Kementerian BUMN

Republika Online
Republika Online - Wed, 20 Nov 2019 06:21
Dilihat: 28
Marwan Jafar Apresiasi Resktrukturisasi Kementerian BUMN

JAKARTA -- Legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar mengapresiasi langkah Menteri BUMN Erick Thohir yang berani melakukan terobosan mencopot seluruh eselon I di kementerian itu dan merestrukturisasinya. "Tidak ada masalah, selama itu terobosan positif," kata anggota Komisi VI DPR-RI Marwan Jafar di Jakarta, Selasa ( 19/11).

Menteri BUMN Erick Thohir seperti yang diungkapkan Stafsus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan struktur eselon I kementerian itu akan berubah menjadi tiga deputi menteri, satu sekretaris kementerian, dan menghidupkan kembali inspektorat jenderal (irjen). Sebelumnya ada tujuh eselon I di kementerian itu.

Marwan Jafar yang pernah menjadi Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada 2014-2016, hanya menyayangkan tidak ada satupun pejabat eselon I yang dipertahankan untuk menjaga kesinambungan program di Kementerian BUMN.

"Butuh waktu sekitar satu tahun untuk beradaptasi. Belum lagi perubahan nomenklatur itu butuh waktu dan persetujuan dari Kementerian PAN-RB, Kemendagri, dan kementerian terkait lainnya. Biasanya libatkan Wapres juga. Namun bisa juga lebih cepat," kata Marwan Jafar.

Diakuinya, saat ini Indonesia membutuhkan birokrasi yang tidak berbelit-belit untuk mendorong pergerakan ekonomi lebih cepat di tengah tantangan perlambatan ekonomi global.
"Kita akan melihat efektifitas dari terobosan yang dilakukan dalam enam bulan sampai satu tahun. Apakah ini terobosan yang efektif atau tidak," kata Marwan Jafar yang menjelaskan juga bahwa Komisi VI DPR berfungsi mengawasi kinerja BUMN, disamping perdagangan, industri, dan investasi.

Hal itu akan terlihat, dari kinerja kementerian maupun kinerja 142 BUMN, terutama memperbaiki kinerja BUMN yang rugi dan berdampak pada layanan publik. Ia juga mengingatkan agar proyek pemerintah tidak hanya dikerjakan oleh BUMN, tapi juga melibatkan swasta agar peran keduanya berimbang dalam memajukan perekonomian nasional.

Sebagai legislator, Marwan Jafar juga mengatakan dalam waktu enam bulan sampai satu tahun itu sudah bisa kelihatan kinerja para menteri Kabinet Indonesia Maju, khususnya menteri-menteri di bidang ekonomi. "Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Presiden, tidak bermaksud mendikte Presiden karena itu hak prerogatif Presiden, maka dalam satu tahun, minimal enam bulan, perlu ada evaluasi kinerja kabinet, terutama bidang ekonomi," kata Marwan.


Berita Terkait
  • Kehadiran Irjen di Kementerian BUMN Disambut Positif
  • Eks Deputi BUMN Jadi Wadirut Pelindo II
  • Sekjen PDIP Nilai Ahok tak Perlu Keluar Partai Saat di BUMN
Berita Lainnya
  • Viola Davis Ikut Tanggapi Martin Scorsese
  • Dompet Dhuafa Ajak Sumbang Sepatu Layak Pakai di EJM 2019

Marwan Jafar Apresiasi Resktrukturisasi Kementerian BUMN

Marwan Jafar Apresiasi Resktrukturisasi Kementerian BUMN

Marwan Jafar Apresiasi Resktrukturisasi Kementerian BUMN

Marwan Jafar Apresiasi Resktrukturisasi Kementerian BUMN

Marwan Jafar Apresiasi Resktrukturisasi Kementerian BUMN

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya