0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mantan Wali Kota Teheran Batal Dihukum Mati Setelah Diampuni Keluarga Istri Keduanya

okezone
okezone - Wed, 14 Aug 2019 20:08
Dilihat: 28
Mantan Wali Kota Teheran Batal Dihukum Mati Setelah Diampuni Keluarga Istri Keduanya

TEHERAN - Mantan wali kota Teheran yang telah divonis mati karena membunuh istri keduanya, batal dieksekusi setelah mendapat pengampunan dari keluarga korban. Berdasarkan keterangan pengacaranya, keluarga dari Mitra Ostad, istri kedua dari Mohammad Ali Najafi telah mengampuninya.

Mohammad Ali Najafi menembak istri keduanya di rumah mereka di lingkungan mewah Teheran pada 28 Mei. Polisi menemukan mayat Ostad dengan beberapa luka tembak di dada. Beberapa jam kemudian, Najafi menyerahkan diri ke polisi.

Menurut hukum pidana Islam yang dianut Iran, jika seseorang dengan sengaja membunuh atau melukai orang lain, korban (atau keluarga korban) berhak mendapatkan retribusi atau qisas, nyawa dibayar nyawa dalam kasus pembunuhan.

BACA JUGA: Mantan Wapres Iran Bunuh Istri, Pengakuannya Disiarkan TV Sambil Minum Teh

Namun, korban (keluarga korban) berhak memaafkan pelaku. Jika demikian, korban (atau saudara terdekat mereka) dapat meminta pelaku untuk membayar uang darah (diyat) untuk mengompensasi cedera atau kematian yang disebabkan.

Uang darah adalah uang tunai atau bentuk kompensasi lain yang dibayarkan oleh pelaku (biasanya seorang pembunuh) kepada keluarga atau kerabat korban.

"Kami telah memaafkan Najafi, mengesampingkan (masalah) darah orang yang kami cintai, dan kami berpendapat untuk tidak menawar darahnya," kata saudara lelaki Mitra Ostad, Massoud, di akun Instagram-nya.

Ini berarti bahwa Najafi tidak akan digantung dan tidak perlu membayar "uang darah" kepada kerabat korbannya. Demikian diwartakan Radio Farda, Rabu (14/8/2019).

Dalam posting Instagram yang sama, Massoud Ostad juga menegaskan bahwa setelah mediasi oleh para tetua di Iran dan Kota Kermanshah (rumah orangtua Ostad di Iran barat), keluarganya tidak akan menuntut hukuman mati untuk Najafi.


Lulusan MIT, Najafi, 67 tahun, menjabat sebagai Wali Kota Teheran dari 27 Agustus 2017 sampai 10 April 2018. Tetapi, Najafi mengundurkan diri setelah mengancam akan mengungkapkan korupsi keuangan yang meluas di kotamadya itu di bawah pemerintahan pendahulunya, seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Jenderal Mohammad Reza Qalibaf.

Sumber: okezone

Mantan Wali Kota Teheran Batal Dihukum Mati Setelah Diampuni Keluarga Istri Keduanya

Mantan Wali Kota Teheran Batal Dihukum Mati Setelah Diampuni Keluarga Istri Keduanya

Mantan Wali Kota Teheran Batal Dihukum Mati Setelah Diampuni Keluarga Istri Keduanya

Mantan Wali Kota Teheran Batal Dihukum Mati Setelah Diampuni Keluarga Istri Keduanya

Mantan Wali Kota Teheran Batal Dihukum Mati Setelah Diampuni Keluarga Istri Keduanya

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya