0
Thumbs Up
Thumbs Down

Malaysia Kutuk Pengesahan RUU 'Diskriminasi' Muslim Prancis

Republika Online
Republika Online - Thu, 15 Apr 2021 08:07
Dilihat: 35
Malaysia Kutuk Pengesahan RUU 'Diskriminasi' Muslim Prancis

KUALA LUMPUR -- Kelompok Muslim Malaysia mengutuk pengesahan Rancangan Undang-Undang kontroversial di Prancis yang melakukan diskriminasi kepada umat Islam.

Presiden Musyawarah Ormas Islam Malaysia (MAPIM) Mohd Azmi Abdul Hamid menyampaikan pernyataan menolak kampanye yang menyebarkan sentimen Islamofobia terhadap Muslim di Prancis.

"Membiarkan kelompok sayap kanan ekstrem dalam masyarakat Prancis dan para pembuat undang-undang untuk membenci Muslim, menciptakan ketegangan komunal dan memicu konflik kekerasan di antara warga Prancis," ujar Azmi dalam pernyataannya kepada Anadolu Agency.

Azmi mengatakan pengesahan RUU yang mencakup amandemen baru dengan kedok memerangi ekstremisme, tidak dapat diterima. Sebab, kata dia, hal itu tidak hanya bertentangan dengan prinsip Universal Declaration of Human Rights yang diadopsi PBB, tetapi juga bertentangan dengan prinsip-prinsip Republik Prancis itu sendiri.

"Kami menuntut agar ketentuan pelarangan tanda atau pakaian agama yang secara khusus menargetkan Muslim dicabut," kata Azmi.

Azmi juga menyerukan kepada pemerintah Prancis untuk menghentikan langkah-langkah membuat undang-undang yang bertentangan dengan kebebasan beragama. Senat Prancis pada Senin mengadopsi RUU kontroversial yang menargetkan Muslim dengan sejumlah amandemen.

Amandemen baru, yang bertujuan memerangi "ekstremisme," memuat aturan melarang orang tua mengenakan simbol agama saat menemani anak-anaknya ke sekolah. RUU ini juga melarang burkini - pakaian renang yang menutupi seluruh tubuh kecuali wajah, tangan dan kaki yang kerap dipakai wanita Muslim di kolam renang terbuka.

Aturan ini juga mencegah anak-anak perempuan Muslim menutup wajah mereka atau memakai simbol-simbol agama di ruang publik.

https://www.aa.com.tr/id/dunia/mapim-malaysia-kutuk-pengesahan-ruu-diskriminasi-muslim-di-prancis/2208199


Berita Terkait
  • Fraksi Konservatif Ingin Stop Dukungan Terhadap Islamisme
  • Kaitan Ideologi Nazi dengan Islamofobia yang Kini Berkembang
  • Dari Neymar Hingga Mbappe Kirimkan Ucapan Selamat Ramadhan
Berita Lainnya
  • Malaysia Kutuk Pengesahan RUU 'Diskriminasi' Muslim Prancis
  • Masjid Yas di UEA Resmi Dibuka

Malaysia Kutuk Pengesahan RUU 'Diskriminasi' Muslim Prancis

Malaysia Kutuk Pengesahan RUU 'Diskriminasi' Muslim Prancis

Malaysia Kutuk Pengesahan RUU 'Diskriminasi' Muslim Prancis

Malaysia Kutuk Pengesahan RUU 'Diskriminasi' Muslim Prancis

Malaysia Kutuk Pengesahan RUU 'Diskriminasi' Muslim Prancis

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya