0
Thumbs Up
Thumbs Down

Makanan Halal Buka Pintu Antaragama di Taiwan

Republika Online
Republika Online - Sat, 22 Jun 2019 03:55
Dilihat: 42
Makanan Halal Buka Pintu Antaragama di Taiwan

TAIPEI - Sebelum gencar sertifikasi halal, Muslim Taiwan lebih suka makan buah-buah yang masih memiliki kulit atau telur rebus. Pelindung itu memberi kepastian bahwa makanan tersebut tidak terkontaminasi makanan non-halal meskipun bersebelahan.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Cina (CMA) Salahuding Ma mengatakan sudah banyak hal yang berubah, khususnya ketersediaan makanan halal di Taiwan. Penyelenggaraan Paviliun Halal Taiwan tahun ini menjadi pameran makanan internasional besar di Taipei World Trade Center.

Setidaknya lebih dari 100 gerai menampilkan makanan, minuman, dan produk kesehatan yang sesuai standar hukum Islam. Pemilik kios yang mengantongi sertifikat halal mengaku memang mengincar pasar Asia Tenggara. Selain itu, sertifikat halal adalah cara meyakinkan pelanggan Muslim.

"Sertifikasi halal menandakan kesehatan dan kebersihan. Di pasar internasional, ini meningkatkan efektivitas pemasaran kami," kata manajer gerai Rice House, Chen Chiao-an seperti dilansir Taipei Times, Jumat (21/6).

Sejak memulai program sertifikasi pada 2012, CMA menjadi lembaga sertifikasi halal terbesar di Taiwan. Kendati demikian, Ma kurang memahami latar belakang yang menggerakkan pengusaha di Taiwan berbondong-bondong mencari sertifikasi halal.

Ma menggunakan logika pasar sebagai cara praktis memahami adanya keinginan mengantongi sertifikat halal di negara yang Muslimnya berjumlah 20 ribu hingga 40 ribu jiwa. "Kami terisolasi dari dunia luar. Jadi, kita harus membuka pintu," ujar Ma.

Untuk mengajukan sertifikasi, staf harus dilatih tentang prinsip-prinsip halal. Pelatihan itu dikenai biaya sebesar enam ribu dolar baru Taiwan (sekitar Rp 2,7 juta) dan 500 dolar baru Taiwan (sekitar Rp 228 ribu) untuk sertifikasi.

Selain untuk operasional, anggaran itu digunakan untuk memelihara ruang dan peralatan persiapan makanan yang terpisah agar tidak terkontaminasi dan menjaga staf terlatih. Ma mengatakan makanan olahan menghadapi pemeriksaan lebih rumit agar bisa lulus uji.
Dengan kata lain, Ma menganggap sertifikasi halal adalah komitmen tentang waktu dan uang. Di Taiwan, ramainya penerbitan sertifikasi halal berdampak pada industri pariwisata.

CMA telah merilis aplikasi pencarian restoran dan hotel halal dalam bahasa Inggris, Melayu, dan Indonesia. Setidaknya, ada 180 restoran dan hotel halal tersertifikasi di seluruh negeri.


Tahun ini, peringkat pariwisata Taiwan naik dua tingkat bersama Jepang dan Inggris berdasarkan Indeks Perjalanan Muslim Global dari negara-negara yang ramah Muslim di luar Organisasi untuk Kerja Sama Islam.

Berita Terkait
  • Bertambah Lagi Restoran Halal di Boston
  • Konsultasi dengan MUI, BPJPH Bahas Mekanisme dan Fatwa
  • Taiwan Minta Cina Minta Maaf Atas Peristiwa Tiananmen
Berita Lainnya
  • Restorasi Masjid Tua di Turki Berumur 7 Ratus Tahun Rampung
  • Hormati MU, Lukaku tak Memaksa Minta Dijual ke Inter

Makanan Halal Buka Pintu Antaragama di Taiwan

Makanan Halal Buka Pintu Antaragama di Taiwan

Makanan Halal Buka Pintu Antaragama di Taiwan

Makanan Halal Buka Pintu Antaragama di Taiwan

Makanan Halal Buka Pintu Antaragama di Taiwan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya