0
Thumbs Up
Thumbs Down

Majelis Hakim Tolak Eksepsi Irjen Napoleon Bonaparte

Republika Online
Republika Online - Tue, 24 Nov 2020 03:00
Dilihat: 275
Majelis Hakim Tolak Eksepsi Irjen Napoleon Bonaparte

JAKARTA -- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menolak eksepsi atau nota keberatan dari penasihat hukum terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte. Dengan ditolaknya eksepsi, maka persidangan perkara penghapusan nama buronan Djoko S Tjandra dari daftar pencarian orang (DPO) yang menjerat Napoleon dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

"Menyatakan eksepsi penasihat hukum terdakwa Napoleon Bonaparte tidak dapat diterima. dan mrmerintahkan penuntut umum melanjutkan perkara dengan dengan menghadirkan saksi-saksi, " ujar Hakim Ketua Muhammad Damis saat membacakan putusan sela di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (23/11).

Dalam pertimbangan, Majelis Hakim menyatakan sah surat dakwaan penuntut umum pada kejaksaan Negeri Jakarta Selatan No/Reg/PDS10/M.1.14/ft.1/10/2030 tanggal 23 oktober 2020 sebagai dasar pemeriksaan mengadili perkara terdakwa atas nama terdakwa Irjen Pol Napoleon Bonaparte. Atas dasar tersebut, MajelisbHakim memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara.

Menanggapi putusan sela, penasihat hukum Napoleon menyatakan menerima putusan tersebut dan meminta agar sidang segera dilanjutkan ke pemeriksaan pokok perkara."Mohon dilanjutkan dengan pokok perkara pemeriksaannya," kata penasihat hukum Napoleon, Santrawan T Pangarang.

Sementara jaksa penuntut umum meminta waktu 7 hari untuk dapat menghadirkan sejumlah saksi.

Diketahui, Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri, Irjen Napoleon Bonaparte didakwa menerima uang 200 ribu dollar Singapura dan 270 ribu dollar AS dari Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Suap diberikan agar Napoloen bersama Brigjen Pol Prasetijo Utomo menghapus nama Djoko Tjandra dari Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dicatatkan di Direktorat Jenderal Imigrasi.

Dalam dakwaan disebutkan, saat itu Napoleon menjabat sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri, Djoko Tjandra meminta bantuan lantaran namanya sudah masuk dalam DPO sejak 2009 dalam perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali. Napoloen disebut melakukan penghapusan nama tersebut bersama-sama dengan Brigjen Prasetijo yang merupakan Kepala Biro Koordinator Pengawas (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri.

Kepada Prasetijo, Napoleon memerintahkan penerbitan surat yang ditujukan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi untuk menghapus nama Djoko Tjandra dari Enhanced Cekal System (ECS) pada Sistem Informasi Keimigrasian (SIMKIM) Direktorat Jenderal Imigrasi.

Suap berawal ketika Djoko Tjandra yang sedang berada di Malaysia ingin mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) demi bebas dari semua jeratan hukum. Namun persyaratan PK mengharuskan Djoko Tjandra datang langsung ke Indonesia, sementara saat itu Djoko Tjandra masih menjadi buron.


Berita Terkait
    Berita Lainnya
    • Kemenhub Luncurkan Coach, Manajemen Limbah Kapal Terpadu
    • Biden Diprediksi tTnjuk Antony Blinken Jadi Menlu AS

    Majelis Hakim Tolak Eksepsi Irjen Napoleon Bonaparte

    Majelis Hakim Tolak Eksepsi Irjen Napoleon Bonaparte

    Majelis Hakim Tolak Eksepsi Irjen Napoleon Bonaparte

    Majelis Hakim Tolak Eksepsi Irjen Napoleon Bonaparte

    Majelis Hakim Tolak Eksepsi Irjen Napoleon Bonaparte

      
    PARTNER KAMI
    JPNN
    genpi
    Republika Online
    LIPUTAN6
    okezone
    BBC
    bintang
    bola
    Antvklik
    rumah123
    Rumah
    Love Indonesia
    CENTROONE
    wartaekonomi
    Voice of America
    Popular
    Gocekan
    Teqnoforia
    Angelsontrip
    Makanyuks
    telsetNews
    BisnisWisata
    Jakarta Kita
    Indonesia Raya News
    RajaMobil
    Mobil123
    Otospirit
    MakeMac
    Indotelko
    Inditourist
    TEKNOSAINS
    MotorExpertz
    Mobil WOW
    Oto
    Kpop Chart
    salamkorea
    slidegossip
    Hotabis
    INFOJAMBI
    Japanese STATION
    pijar
    SeleBuzz
    Cintamobil
    Football5star
    Citra Indonesia
    OTORAI
    Sehatly
    Hetanews
    Inikata
    Nusabali
    Garduoto
    Beritakalimantan
    batampos
    covesia
    carmudi
    idnation
    inipasti
    teknorush
    winnetnews
    mediaapakabar
    carvaganza
    mediakepri
    kabarsurabaya