0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mahfud: Pemerintah tak Pernah Mendiskreditkan Umat Islam

Republika Online
Republika Online - Thu, 17 Sep 2020 15:27
Dilihat: 37
Mahfud: Pemerintah tak Pernah Mendiskreditkan Umat Islam

PADANG -- Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, pemerintah tidak pernah mendiskreditkan apalagi memusuhi umat Islam. Mahfud meminta, agar masyarakat tidak lagi menganggap pemerintah tidak adil kepada umat Islam.

"Tidak pernah pemerintah mendiskreditkan umat Islam. Presiden kita orang Islam. Mayoritas pejabat kita orang Islam. Ini rektor Unand juga Islam. Ulama juga selalu dilibatkan kalau mau buat undang-undang," kata Mahfud saat mengisi dialog kebangsaan di Kampus Universitas Andalas, Padang, Kamis (17/9).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menyebut, pemerintahan yang memusuhi umat Islam itu memang pernah terjadi di Indonesia. Tapi, itu dialami umat Islam ketika masih pemerintahan kolonial Belanda. Di mana orang Islam dianggap sebagai musuh dan pemberontak sehingga selalu dikucilkan.

Di masa pemerintahan kolonial Belanda, menurut Mahfud, tidak boleh ada umat Islam jadi pejabat, jadi polisi dan tidak diperolehkan masuk ke sekolah tinggi. Mahfud membandingkan, sekarang umat Islam memberikan kontribusi besar buat bangsa melalui banyak sisi.

"Dulu mana ada polisi ini orang Islam di zaman Belanda. Tidak boleh. Orang Islam dulu dikejar-kejar sama polisi. Sekarang, Kapolri, Kapolda, Panglima, orang Islam," ucap Mahfud.

Mahfud menyinggung, mengenai kasus persekusi terhadap ulama akhir-akhir ini termasuk kejadian yang dialami oleh ulama kelahiran Madinah Syekh Ali Jaber. Pemerintah menurut Mahfud memastikan kasus penusukan terhadap Syekh Ali Jaber sampai ke pengadilan.

Selain itu, pemerintah juga akan menuntaskan kasus penganiayaan terhadap ulama yang terjadi di mulai dari tahun 2016, 2017 dan 2018 lalu. Di mana penganiayaan ulama pernah terjadi di Cicalengka, kabupaten Bandung yakni terhadap Kiai Umar Bisri, pembunuhan terhadap Ustaz Prawoto di Cigondewah Kota Bandung, dan penganiayaan terhadap Kiai Hakam Mubarok di Lamongan Jawa Timur.

Sekarang itu sudah diselidiki lagi yang dulu-dulu (persekusi ulama tahun 2016, 2017, 2019) itu, jangan-jangan ini diorganisir oleh orang yang sama. Kita membaca juga diorganisir oleh orang yang sama," ucap Mahfud


Berita Terkait
  • Kepala Daerah Dibiayai Cukong Cenderung Korupsi
  • Mahfud MD: Sertifikasi Bukan Syarat Dai Berkhutbah
  • Mahfud: Pilkada Harus Dilanjutkan
Berita Lainnya
  • In Picture: Peringatan HUT PMI Ke-75 di Bandung
  • Rencana Hub dan Super Hub, Bandara Mana Saja?

Mahfud: Pemerintah tak Pernah Mendiskreditkan Umat Islam

Mahfud: Pemerintah tak Pernah Mendiskreditkan Umat Islam

Mahfud: Pemerintah tak Pernah Mendiskreditkan Umat Islam

Mahfud: Pemerintah tak Pernah Mendiskreditkan Umat Islam

Mahfud: Pemerintah tak Pernah Mendiskreditkan Umat Islam

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya