0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mahfud MD: Veronica Koman Semestinya Kembali ke Indonesia

Republika Online
Republika Online - Wed, 20 Nov 2019 05:54
Dilihat: 23
Mahfud MD: Veronica Koman Semestinya Kembali ke Indonesia

JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyebut aktivis hak asasi manusia (HAM), Veronica Koman, sebagai pengingkar janji. Menurutnya, Veronica merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang mendapatkan beasiswa untuk belajar ke Australia dan semestinya kembali ke Indonesia.

"Veronica Koman itu WNI yang mendapat beasiswa untuk belajar ke Australia, dan mengingkari janji untuk kembali ke Indonesia sebagai penerima ikatan beasiswa. Itu saja," kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (19/11).

Mahfud mengaku sudah berbicara dengan pemerintah Australia soal status Veronica. Menurutnya, Veronica harus bertanggung jawab akan kasus yang menjeratnya di Tanah Air, bukan berbicara lantang di Negeri Kanguru itu.

"Kalau kami bicara Veronica Koman bukan karena dia berbicara lantang di negara anda, tapi ini soal hukum kami, hak hukum kami. Dia harus bertanggung jawab," katanya.

Sebelumnya, nama Veronica Koman resmi masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Selain itu, pihak kepolisian juga telah mengeluarkan surat permintaan red notice kepada Interpol untuk tersangka Veronica Koman.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan menyatakan telah menetapkan satu tersangka dalam insiden di asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan nomor 10, Surabaya, pada 16 Agustus 2019, Veronica Koman sebagai DPO. Penetapan tersebut dikeluarkan setelah pihaknya melakukan gelar perkara di Mabes Polri.

"Kami telah melakukan gelar perkara di Mabes Polri. Sudah berkali-kali melakukan gelar perkara dan akhirnya kami mengeluarkan DPO," kata Luki di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (20/9).

Luki menjelaskan, penetapan DPO tersebut dikeluarkan setelah Veronica Koman mangkir dari tiga kali jadwal pemeriksaan sebagai tersangka. Veronica dijadwalkan diperiksa pada 13 September 2019. Kemudian diberi kelonggaran hingga 18 September 2019. Namun yang bersangkutan tetap tidak memenuhi panggilan tersebut.

Luki menyatakan, penyidik juga telah melakukan upaya paksa untuk menjemput Veronica Koman ke rumahnya yang ada di Jakarta. Namun, hasilnya tetap nihil. "Penyidik telah melakukan pencarian ke rumah yang di Jakarta dan melakukan penggeledahan. Dari situ akhirnya kami mengeluarkan DPO," ujar Luki.


Berita Terkait
  • Mahfud: Veronica Koman Warga Indonesia yang Ingkar Janji
  • Mahfud MD: Kasus HAM Masa Lalu Bisa Diselesaikan Nonyudisial
  • Anggota Parlemen Selandia Baru Temui Mahfud Bahas Papua
Berita Lainnya
  • Viola Davis Ikut Tanggapi Martin Scorsese
  • Dompet Dhuafa Ajak Sumbang Sepatu Layak Pakai di EJM 2019

Mahfud MD: Veronica Koman Semestinya Kembali ke Indonesia

Mahfud MD: Veronica Koman Semestinya Kembali ke Indonesia

Mahfud MD: Veronica Koman Semestinya Kembali ke Indonesia

Mahfud MD: Veronica Koman Semestinya Kembali ke Indonesia

Mahfud MD: Veronica Koman Semestinya Kembali ke Indonesia

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya