0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mahasiswa Jepang Dukung Hak Memisahkan Nama Keluarga Setelah Menikah

Japanese STATION
Japanese STATION - Mon, 26 Apr 2021 19:58
Dilihat: 129

Menurut hasil survei gaya hidup yang dilakukan oleh penyedia informasi pekerjaan Mynavi, sekitar setengah dari mahasiswa Jepang yang akan lulus pada Maret 2022 kembali menerapkan sistem yang memperbolehkan nama keluarga (marga) pasangan  terpisah setelah menikah.

Survei kuesioner online dilakukan selama periode 26 November hingga 23 Desember 2020, dan mendapatkan 3.938 tanggapan yang valid. Ditanyai pendapat mereka tentang sistem yang memungkinkan mereka untuk memilih nama keluarga yang terpisah setelah menikah, 33,6% laki-laki muda dan 30,5% perempuan muda mengatakan mereka merasa lebih baik memiliki nama keluarga yang sama setelah menikah, seperti yang terjadi saat ini. Namun, 47,8% laki-laki dan 52,8% perempuan menjawab bahwa akan lebih baik jika memiliki pilihan untuk memilih nama keluarga yang sama atau yang terpisah. Sisanya mengatakan mereka tidak bisa menjawab atau tidak tahu.

Hasil survei pasangan menikah boleh memiliki nama keluarga yang terpisah (nippon.com)

Sebanyak 58,9% pria muda (meningkat 2,4 poin dari 2019) dan 75,3% wanita muda (meningkat 1,0 poin) menginginkan kedua pasangan untuk bekerja setelah menikah, keduanya merupakan angka tertinggi sejak survei dimulai enam tahun lalu. Usia rata-rata pria muda yang ingin menikah adalah 28,5 dan untuk wanita muda adalah 27,4, yang tetap sama dengan hasil tahun-tahun terakhir ini.

Hasil survey menginginkan kedua pasangan untuk bekerja setelah menikah (nippon.com)

Persentase pria muda yang ingin mengambil cuti pengasuhan anak dan secara proaktif membesarkan anak-anak mereka meningkat untuk tahun keenam menjadi 56,5% (meningkat 5,0 poin dari 2019), mempersempit kesenjangan dengan perempuan muda karena persentase mereka turun menjadi 69,9% (menurun 1,5 poin). Saat ditanya berapa jumlah anak yang diinginkan, rata-rata remaja putra 2,16 (2,24 pada 2019) dan remaja putri 2,09 (2,10 pada 2019).


Kalau menurut teman-teman, bagaimana nih? Apakah lebih baik memiliki nama keluarga yang sama atau tidak? Jawab di komentar ya!

Mahasiswa Jepang Dukung Hak Memisahkan Nama Keluarga Setelah Menikah

Mahasiswa Jepang Dukung Hak Memisahkan Nama Keluarga Setelah Menikah

Mahasiswa Jepang Dukung Hak Memisahkan Nama Keluarga Setelah Menikah

Mahasiswa Jepang Dukung Hak Memisahkan Nama Keluarga Setelah Menikah

Mahasiswa Jepang Dukung Hak Memisahkan Nama Keluarga Setelah Menikah

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya