0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mabes TNI Jelaskan Alasan Bantuan Hukum untuk Kivlan Zen

Republika Online
Republika Online - Mon, 22 Jul 2019 15:29
Dilihat: 20
Mabes TNI Jelaskan Alasan Bantuan Hukum untuk Kivlan Zen

JAKARTA -- Mabes TNI menjelaskan alasan pembentukan Tim Bantuan Hukum untuk Kivlan Zen. Tim tersebut akan bekerja sama dengan tim penasihat hukum dari pensiunan jenderal TNI berbintang dua yang menjadi tersangka kasus dugaan makar dan kepemilikan senjata api ilegal.

"Mabes TNI akan membentuk Tim Bantuan Hukum yang akan bekerjasama dengan tim penasuhat hukum Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen," ujar Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Sisriadi, melalui keterangan tertulisnya, Senin (22/7).

Sisriadi menjelaskan pembentukan Tim Bantuan Hukum untuk Kivlan merupakan tindak lanjut dari surat permohonan tim penasihat hukum Kivlan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto beberapa waktu lalu. Isi surat tersebut mengajukan dua permohonan, yaitu permohonan penjaminan penangguhan penahanan dan permohonan bantuan hukum bagi Kivlan.

Kapuspen TNI menjelaskan, setelah berkoordinasi dengan para menteri yang berkaitan dengan bidang poltik, hukum, dan keamanan (polhukam), permohonan penjaminan untuk penangguhan penahanan terhadap Kivlan tidak diberikan. Kendati demikian, kata dia, permohonan bantuan hukum akan diberikan kepada mantan panglima Kostrad tersebut.

"Bantuan hukum tersebut merupakan hak bagi seluruh anggota keluarga besar TNI termasuk Purnawirawan. Hal itu diatur dalam Petunjuk Teknis tentang Bantuan Hukum Pidana yang diatur dalam Keputusan Panglima TNI nomor Kep/1447/XII/2018," kata dia.

Ia pun menuturkan, bantuan hukum yang diberikan ini sifatnya advokasi dan pendampingan sesuai ketentuan hukum acara pidana yang berlaku. Artinya, kata dia, bantuan hukum kepada Kivlan tidak hanya pada saat praperadilan saja, tetapi juga selama proses hukum berlangsung sampai adanya keputusan hukum yang bersifat tetap.

Sebelumnya, pengacara Kivlan, Tonin Tachta, mengatakan, kliennya akan didampingi oleh Tim Pembela Hukum (TPH) dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) dalam sidang praperadilan tersangka kasus dugaan makar dan kepemilikan senjata api ilegal. Sidang akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (22/7) siang.

"Hari ini sidang dengan tim pembela gabungan dari Mabes TNI dan dua sipil," kata Tonin.

Kivlan Zen akan menghadapi sidang praperadilan yang sebelumnya dijadwalkan pada Senin (8/7) dengan agenda pembacaan permohonan. Kivlan Zen mengajukan praperadilan untuk menggugat Polda Metro Jaya lantaran rasa keberatannya dengan status tersangka yang ia dapatkan atas kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal. Gugatan praperadilan yang dilayangkan Kivlan Zen diterima PN Jaksel dengan nomor register 75/Pid.Pra/2019/PN.JKT.SEL.


Berita Terkait
  • Tim Pembela Hukum dari Mabes TNI Dampingi Kivlan Zen
  • Wiranto Tegaskan Penahanan Kivlan Zen tak Ditangguhkan
  • Digugat 14 Caleg, Ini Tanggapan Partai Gerindra
Berita Lainnya
  • Pelayanan Haji Dinilai Meningkat
  • Daarut Tauhid Hadirkan Senyum untuk Seli

Mabes TNI Jelaskan Alasan Bantuan Hukum untuk Kivlan Zen

Mabes TNI Jelaskan Alasan Bantuan Hukum untuk Kivlan Zen

Mabes TNI Jelaskan Alasan Bantuan Hukum untuk Kivlan Zen

Mabes TNI Jelaskan Alasan Bantuan Hukum untuk Kivlan Zen

Mabes TNI Jelaskan Alasan Bantuan Hukum untuk Kivlan Zen

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya