0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kurangi Ngopi, Milenial Bisa Beli Rumah dalam 2 Tahun. Ini Perhitungannya!

rumah123
rumah123 - Tue, 03 Sep 2019 18:00
Dilihat: 51
Kurangi Ngopi, Milenial Bisa Beli Rumah dalam 2 Tahun. Ini Perhitungannya!Jika gaya hidup konsumtif dikurangi, milenial sudah bisa beli rumah 2 tahun lagi. Gak percaya? Coba lihat perhitungan ini!

Sebagian besar orang pasti menginginkan untuk punya rumah sendiri. Tapi, mewujudkan impian ini cukup berat buat sebagian orang, khususnya milenial. Mereka yang sedang berada di tahap meniti karier, harus mengencangkan ikat pinggang untuk bisa membeli properti yang kian mahal harganya.

Tapi bukan itu kendala terbesarnya. Milenial punya peluang besar kok untuk beli rumah, berkat kemudahan yang diberikan pemerintah. Mulai dari Bank Indonesia yang memberi kebebasan ketentuan uang muka, pengadaan rumah subsidi, ketentuan DP nol persen, dan masih banyak lagi. Jika lihai dalam mencari penawaran properti terbaik, ditambah dengan konsistensi dalam mengumpulkan uang, tentu hal ini bukan hal mustahil.

Kendala besar sesungguhnya adalah gaya hidup milenial yang boros. Sudah menjadi rahasia umum bahwa semakin banyak milenial yang menghabiskan uang untuk kebutuhan konsumtif. Padahal jika gaya hidup tersebut dikurangi, milenial bisa melakukan penghematan yang sangat besar.

Untuk para milenial yang mau segera punya rumah sendiri, sebaiknya mulai kurangi 5 gaya hidup ini mulai sekarang!Ngopi

Gerai-gerai kopi modern atau lokal semakin ramai dipadati oleh pengunjung milenial. Pergi ke kedai kopi untuk menikmati secangkir kopi sambil mengobrol atau bekerja sudah menjadi tren gaya hidup tersendiri bagi generasi ini. Jika kebiasaan ini dilakukan setiap hari, tanpa sadar biaya yang keluar ternyata banyak sekali.

Mari kita hitung bersama. Rata-rata secangkir kopi modern dihargai Rp30.000 per gelasnya. Jika milenial mengonsumsi segelas kopi setiap harinya, dalam satu bulan biaya yang keluar untuk ngopi bisa mencapai Rp900.000. Dalam satu tahun, bujet ngopi milenial ternyata sebesar Rp10.800.000. Wow, angka yang besar bukan?

Bujet ngopi selama 1 tahun: Rp10.800.000

Traveling

Bukan cuma minum kopi, traveling juga sudah menjadi gaya hidup milenial masa kini. Orang-orang berbondong-bondong menunjukkan kehidupan yang menyenangkan ke linimasa media sosial mereka lewat foto-foto traveling.

Tak sedikit milenial yang menargetkan untuk liburan ke destinasi baru minimal satu kali dalam satu tahun. Traveling ke dalam negeri atau negara di Asia Tenggara saja, dana yang dihabiskan rata-rata sekitar Rp5.000.000-an sekali jalan. Jika destinasinya lebih jauh atau traveling dilakukan lebih sering, tentu biayanya lebih dari ini.

Bujet traveling selama 1 tahun: Rp5.000.000

Belanja online

Makin banyak e-commerce bertebaran, semakin sering juga milenial menghabiskan waktu untuk belanja online. Mulai dari sekadar berbelanja outfit, aksesoris, hingga gadget. Menurut survei, 43% dari generasi milenial belanja online minimal sebulan sekali.

Well, boleh-boleh saja belanja online apabila barang yang dibeli memang dibutuhkan. Tapi nyatanya, hal sebaliknya yang banyak terjadi dan malah bikin boros keuangan. Anggap saja biaya yang keluar untuk satu kali transaksi sebesar Rp200.000. Jika belanja online rutin dilakukan tiap bulan, paling tidak dana yang keluar sebanyak Rp2.400.000 dalam setahun.

Biaya belanja online dalam 1 tahun: Rp2.400.000

Nonton di bioskop

Nonton di bioskop juga jadi item lain yang wajib dilakukan milenial, minimal dua minggu sekali. Tak sekadar menonton film, milenial juga tak lupa untuk membeli snack bahkan aksesoris terkait film yang ditonton. Misalnya bujet sekali nonton sekaligus beli snack sebesar Rp100.000 per orang. Jika aktivitas ini dilakukan dua kali sebulan, bujet yang keluar sebesar Rp200.000. Dalam setahun, milenial harus keluar uang sebesar Rp2.400.000 untuk nonton bioskop.

Biaya nonton bioskop dalam 1 tahun: Rp2.400.000

Nongkrong

Hangout bersama teman-teman di cafe juga menghabiskan hampir sebagian besar penghasilan milenial. Bayangkan saja, rata-rata biaya sekali nongkrong bisa mencapai Rp100.000. Jika kegiatan ini dilakukan setiap akhir pekan, artinya Rp400.000 keluar untuk biaya nongkrong. Selama satu tahun, Rp4.800.000 habis hanya untuk hangout bersama teman-teman.

Biaya nongkrong dalam 1 tahun: Rp4.800.000

Jika ditotal, biaya yang keluar untuk 5 gaya hidup di atas sejumlah Rp25.400.000. Angka yang lumayan kan? Mungkin tak terasa berat ketika kamu melangsungkan kegiatan-kegiatan di atas karena nominalnya tak besar setiap kali transaksi. Tapi ternyata jika dilakukan terus-terusan, dananya lumayan besar!

Baca juga:3 Pilihan Merk Furniture Minimalis untuk Rumah MilenialPadahal dengan uang tersebut, kamu sudah bisa beli rumah secara cicilan. Gak percaya?

Rumah123.com bekerja sama dengan Vice Indonesia untuk mencari tahu tantangan terbesar anak muda Indonesia dalam membeli properti. Di dalam video hasil kerja sama tersebut, Joe Million, seorang milenial asal Jayapura yang tinggal di Jakarta, merasa perlu beli rumah karena dana yang ia keluarkan untuk menyewa kos-kosan selama ini, sebenarnya sudah bisa digunakan untuk mencicil rumah pribadi.

Joe mengincar rumah seharga Rp300.000.000 dan mencoba membuat skema cicilan berdasarkan pendapatannya yang berjumlah Rp8.000.000 per bulan. Ada beberapa biaya yang harus ia kumpulkan untuk mencicil rumah:

1. DP 20% dari harga rumah (Rp60.000.000)

2. Booking fee Rp10.000.000

Kemudian sisanya, ia cicil dalam jangka waktu 18 tahun dengan perkiraan bunga sebesar 9,99%.

Untuk mendapat booking fee Rp10.000.000, Joe menyisihkan 30% pendapatannya alias sebanyak Rp2.400.000 per bulan selama kurang lebih 4 bulan. Booking fee mengurangi jumlah DP yang harus dibayar. Jadi, jumlah DP yang harus ia berikan sekarang sebesar Rp50.000.000. Joe harus menunggu selama 1 tahun 8 bulan untuk mengumpulkan sisa DP.

Setelah sisa DP berhasil dikumpulkan, ia tinggal membayar sisa kredit sejumlah Rp240.000.000. Dengan skema cicilan selama 18 tahun, dan bunga 9,99%, cicilan per bulan yang harus dibayar berjumlah Rp2.398.000/bulan.

Cukup kurangi 5 gaya hidup konsumtif di atas, kamu bisa beli rumah dengan cicilan dalam 2 tahun ke depan

Apa yang bisa diambil dari cerita Joe? Untuk mengumpulkan booking fee dan DP, Joe membutuhkan dana sebesar Rp60.000.000. Ia mengumpulkan dana tersebut dalam waktu kurang lebih 2 tahun.

Sedangkan seperti yang disebutkan di atas, total biaya yang dibutuhkan untuk memenuhi gaya hidup hedon ala milenial sebesar Rp25.400.000 dalam setahun. Jika kamu menghilangkan kebiasaan tersebut selama 2 tahun, kamu sudah bisa mengumpulkan uang sebesar Rp50.800.000. Sisanya sebesar Rp10.000.000, bisa dikumpulkan dalam 4 bulan.

Baca juga:Dengan 3 Cara Ini, Karyawan Gaji UMR Juga Bisa Punya Rumah!Jadi, pilih ngopi atau beli rumah pribadi?

Gimana? Beli rumah bukan hal yang mustahil kan untuk milenial? Cukup kurangi gaya hidup konsumtif seperti ngopi dan nongkrong, dalam waktu kurang lebih 2 tahun ke depan, kamu sudah bisa mencicil rumah sendiri. Jadi, pilih ngopi atau punya rumah pribadi?

]]>
Sumber: rumah123

Kurangi Ngopi, Milenial Bisa Beli Rumah dalam 2 Tahun. Ini Perhitungannya!

Kurangi Ngopi, Milenial Bisa Beli Rumah dalam 2 Tahun. Ini Perhitungannya!

Kurangi Ngopi, Milenial Bisa Beli Rumah dalam 2 Tahun. Ini Perhitungannya!

Kurangi Ngopi, Milenial Bisa Beli Rumah dalam 2 Tahun. Ini Perhitungannya!

Kurangi Ngopi, Milenial Bisa Beli Rumah dalam 2 Tahun. Ini Perhitungannya!

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya