0
Thumbs Up
Thumbs Down

KPK Telusuri Kewajiban PT CSA Terkait Impor Bawang Putih

Republika Online
Republika Online - Wed, 14 Aug 2019 21:43
Dilihat: 17
KPK Telusuri Kewajiban PT CSA Terkait Impor Bawang Putih

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri soal kewajiban PT Cahaya Sakti Agro (CSA) yang bergerak di bidang pertanian terkait impor bawang putih. KPK menyita sejumlah dokumen terkait pengurusan impor bawang putih dari hasil penggeledahan pada Rabu (14/8) hari ini.

Salah satu dokumen yang disita itu adalah soal kewajiban pihak importir. "Salah satu dokumen yang juga menjadi perhatian KPK adalah karena ada kewajiban dari pihak importir untuk melakukan penanaman bawang putih sekian persen," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Rabu.

Chandry Suanda (CSU) alias Afung yang merupakan pemilik PT CSA telah ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dalam kasus pengurusan izin impor bawang putih Tahun 2019. "Apakah kewajiban itu dilaksanakan atau sudah ada pembicaraan sebelumnya dengan pihak-pihak lain untuk menanam bawang putih itu atau hal itu hanya sekedar formalitas saja ini juga menjadi poin yang kami dalami," ungkap Febri.

KPK pada Kamis (8/8) telah mengumumkan enam tersangka dalam kasus itu. Sebagai pemberi, yaitu tiga orang dari unsur swasta masing-masing Chandry Suanda (CSU) alias Afung, Doddy Wahyudi (DDW), dan Zulfikar (ZFK).

Sedangkan sebagai penerima, yakni anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP I Nyoman Dhamantra (INY), Mirawati Basri (MBS) orang kepercayaan I Nyoman, dan Elviyanto (ELV) dari unsur swasta.

Dalam konstruksi perkara disebutkan bahwa permintaan fee dari I Nyoman dilakukan melalui Mirawati. Angka yang disepakati pada awalnya adalah Rp3,6 miliar dan komitmen fee Rp1.700 sampai Rp1.800 dari setiap kilogram bawang putih yang diimpor.

Adapun komitmen fee tersebut akan digunakan untuk mengurus perizinan kuota impor 20 ribu ton bawang putih untuk beberapa perusahaan termasuk perusahaan yang dimiliki oleh Chandry alias Afung.

Dari permintaan fee Rp3,6 miliar tersebut sudah terealisasi Rp2,1 miliar. Setelah menyepakati metode penyerahan, Zulfikar mentransfer Rp2,1 miliar ke Doddy. Kemudian Doddy mentransfer Rp2 miliar ke rekening kasir "money changer" milik I Nyoman.

Uang Rp 2 miliar tersebut direncanakan untuk digunakan mengurus Surat Persetujuan Impor (SPI) bawang putih tersebut. Sedangkan Rp100 juta masih berada di rekening Doddy yang akan digunakan untuk operasional pengurusan izin.


Berita Terkait
  • Suap Impor Bawang Putih, KPK Geledah Lima Lokasi
  • Mentan: 72 Importir Masuk Daftar Hitam
  • OTT Bawang Putih, Kementan Cabut Rekomendasi Impor PT CSA
Berita Lainnya
  • Infrastruktur Luar Jawa Minim, Pengembangan Manufaktur Sulit
  • Kapan Anak Boleh Punya Akun Media Sosial Pribadi?

KPK Telusuri Kewajiban PT CSA Terkait Impor Bawang Putih

KPK Telusuri Kewajiban PT CSA Terkait Impor Bawang Putih

KPK Telusuri Kewajiban PT CSA Terkait Impor Bawang Putih

KPK Telusuri Kewajiban PT CSA Terkait Impor Bawang Putih

KPK Telusuri Kewajiban PT CSA Terkait Impor Bawang Putih

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya