0
Thumbs Up
Thumbs Down

KPK Sita Bukti Elektronik Terkait Kasus Nurdin Abdullah

Republika Online
Republika Online - Wed, 14 Apr 2021 12:38
Dilihat: 27
KPK Sita Bukti Elektronik Terkait Kasus Nurdin Abdullah

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan terkait perkara suap dan gratifikasi di lingkungan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel). Penggeledahan kali ini dilakukan di dua kantor swasta berbeda di Kota Makassar.

Dua lokasi dimaksud adalah rumah kediaman pemilik PT Purnama Karya Nugraha (PKN) di Kecamatan Marisol Kota Makassar dan Kantor PT PKN di Jalan G. Lokon Kota Makassar. Penggeledahan tersebut dilakukan pada Selasa (13/4) lalu.

"Di lokasi tersebut ditemukan dan disita bukti berupa barang elektronik yang diduga terkait dengan perkara," kata Plt Juru Bicara KPK bidang Penindakan Ali Fikri di Jakarta pada Rabu (14/4).

Ali mengatakan, seluruh barang bukti itu selanjutnya akan divalidasi dan diverifikasi. Dia menjelaskan, hal tersebut dilakukan untuk dilakukan penyitaan guna melengkapi berkas perkara penyidikan dimaksud.

Sementara, pada Rabu (14/4) ini KPK melakukan pemeriksaan terhadap seorang Pegawai Negeri Sipil, Sari Pudjiastuti dan seorang karyawan swasta, Sri Wulandari. Keduanya diperiksa terkait perkara suap dan gratifikasi yang menjerat gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) sebagai tersangka.

"Keduanya diperiksa dalam kapasitas mereka sebagai saksi untuk tersangka NA," kata Ali Fikri.

Kendati demikian, belum diketahui informasi apa yang akan digali penyidik KPK dari kedua saksi tersebut. Namun, Ali mengatakan, panggilan saksi dilakukan karena kebutuhan penyidikan agar membuat perkara menjadi jelas karena diyakini mengetahui kasus suap dan gratifikasi yang dimaksud.

Seperti diketahui, Nurdin Abdullah ditetapkan tersangka bersama Sekretaris Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Selatan Edy Rahmat. Politisi Partai berlogo kepala banteng moncong putih itu diyakini menerima suap dari Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) Agung Sucipto yang juga ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam kasus ini, Nurdin diduga menerima suap dan gratifikasi dengan nilai total Rp 5,4 miliar terkait proyek di lingkungan Pemprov Sulsel. Duit Rp2 miliar diberikan dari Agung melalui Edy. Suap itu diberikan agar Agung dapat kembali menggarap proyek di Sulsel untuk tahun anggaran 2021.

Atas perbuatannya, Nurdin dan Edy dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Agung dikenakan dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


Berita Terkait
  • Ketua KPK: Praktik Jual Beli Jabatan Kita Sikat
  • Terdakwa Suap Bansos Mengaku Bohong Soal Titipan Pak Menteri
  • Saran Mahfud agar KPK Dapat Cegah Kongkalikong Perkara
Berita Lainnya
  • KKP Lepas Ekspor Produk Perikanan ke 40 Negara
  • Kartu Prakerja, Youtuber, Barber,Kapster Paling Favorit

KPK Sita Bukti Elektronik Terkait Kasus Nurdin Abdullah

KPK Sita Bukti Elektronik Terkait Kasus Nurdin Abdullah

KPK Sita Bukti Elektronik Terkait Kasus Nurdin Abdullah

KPK Sita Bukti Elektronik Terkait Kasus Nurdin Abdullah

KPK Sita Bukti Elektronik Terkait Kasus Nurdin Abdullah

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya