0
Thumbs Up
Thumbs Down

KPK Panggil Tiga Saksi Untuk Nurhadi

Republika Online
Republika Online - Tue, 07 Jul 2020 16:09
Dilihat: 52
KPK Panggil Tiga Saksi Untuk Nurhadi

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami perkara suap dan gratifikasi terkait perkara di Mahkamah Agung (MA) tahun 2011-2016. Pada Selasa (7/7), penyidik mengagendakan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi, dua orang wiraswasta bernama H Fau Richard Masdjedi dan Devi Chrisnawati, serta satu pengacara bernama Hidayat Achyar.

"Ketiganya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Nurhadi (Mantan Sekertaris MA)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Selasa (7/7).

Belum diketahui apa yang akan digali tim lembaga antirasuah dari dua saksi tersebut. Pada Senin (6/7) kemarin penyidik mengonfirmasi saksi petugas keamanan Tejo Waluyo perihal dugaan kepemilikan villa yang berada di Ciawi, Bogor.

Selain itu, KPK juga memeriksa notaris Mohamad Abror sebagai saksi untuk tersangka Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HSO). Kepadanya, penyidik mengonfirmasi mengenai pendirian perusahaan-perusahaan yang diduga milik tersangka Rezky Herbiyono atau menantu Nurhadi.

Sebelumnya, KPK pada Maret lalu sempat menyegel belasan motor gede dan empat mobil mewah saat menggeledah sebuah villa di Ciawi, Bogor, yang diduga milik Nurhadi tersebut. Penggeledahan di Ciawi saat itu juga sebagai upaya KPK untuk mencari tersangka Nurhadi bersama dua orang lainnya yang telah dimasukkan dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni Rezky dan Hiendra.

Untuk tersangka Nurhadi dan Rezky telah ditangkap tim KPK di salah satu rumah di Simprug, Jakarta Selatan, Senin (1/6), sedangkan tersangka Hiendra masih menjadi buronan.

Nurhadi dan Rezky ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA. Sedangkan Hiendra ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Adapun penerimaan suap tersebut terkait pengurusan perkara perdata PT MIT vs PT KBN (Persero) kurang lebih sebesar Rp 14 miliar, perkara perdata sengketa saham di PT MIT kurang lebih sebesar Rp 33,1 miliar dan gratifikasi terkait perkara di pengadilan kurang lebih Rp 12,9 miliar sehingga akumulasi yang diduga diterima kurang lebih sebesar Rp 46 miliar.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK juga telah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk mengembangkan kasus Nurhadi tersebut ke arah dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).


Berita Terkait
  • KPK Periksa Eks Direktur Keuangan dan Administrasi PT DI
  • Pemkot Surabaya Instansi Terbanyak yang Diadukan Soal Bansos
  • KPK Konfirmasi Saksi Soal Kepemilikan Villa Milik Nurhadi
Berita Lainnya
  • Perum Perhutani Temui Kapolda Jatim Soal Pengamanan Hutan
  • PBB: Teroris tak boleh eksploitasi kerapuhan pasca-Covid-19

KPK Panggil Tiga Saksi Untuk Nurhadi

KPK Panggil Tiga Saksi Untuk Nurhadi

KPK Panggil Tiga Saksi Untuk Nurhadi

KPK Panggil Tiga Saksi Untuk Nurhadi

KPK Panggil Tiga Saksi Untuk Nurhadi

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya