0
Thumbs Up
Thumbs Down

KPK Hati-Hati Terapkan TPPU kepada Nurhadi

Republika Online
Republika Online - Thu, 22 Oct 2020 19:58
Dilihat: 34
KPK Hati-Hati Terapkan TPPU kepada Nurhadi

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan hati-hati untuk mengembangkan kasus mantan sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi ke arah dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kehati-hatian ini belajar dari perkara Tubagus Chaeri Wardana (TCW) alias Wawan.

"Kemarin Pak Nawawi (Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango) pernah menyampaikan kemungkinan ada TPPU, nah ini kan baru kita kumpulkan karena belajar dari kasus TCW, kita harus hati-hati terhadap pengenaan pasal TPPU," ucap Deputi Penindakan KPK Karyoto di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/10).

Menurut dia, jika KPK dapat membuktikan unsur tindak pidana asal atau "predicate crime" maka tidak menutup kemungkinan kasus Nurhadi dinaikkan lagi dengan penerapan pasal TPPU. "Kalau kita mendapatkan tindak pidana asal atau 'predicate crime'-nya, tentunya akan kita naikkan lagi dengan kasus TPPU," ujar Karyoto.

Terkait dugaan TPPU Nurhadi, KPK juga telah menyita beberapa aset seperti lahan kelapa sawit di Padang Lawas, Sumatera Utara, vila di Megamendung, Kabupaten Bogor, dan belasan kendaraan mewah. KPK sebelumnya telah menetapkan Nurhadi, menantunya Rezky Herbiyono, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto yang saat ini masih buron sebagai tersangka gratifikasi terkait dengan perkara di MA pada 2011-2016.

Nurhadi dan menantunya didakwa menerima suap Rp45,726 miliar dari Hiendra terkait pengurusan dua gugatan hukum. Selain itu, keduanya juga didakwa menerima gratifikasi senilai Rp37,287 miliar pada periode 2014-2017.

Pada 16 Juli 2020 Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis 4 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan ditambah kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp58,025 miliar terhadap Wawan. Ia terbukti melakukan tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan di Banten dan Tangerang Selatan.

Namun, Majelis Hakim menyatakan Wawan tidak terbukti melakukan TPPU pada periode 2005-2012 senilai sekitar Rp1,9 triliun yang merupakan dakwaan kedua dan ketiga. KPK sudah menyatakan banding terhadap putusan tingkat pertama tersebut.


Berita Terkait
  • Ini Sumber Gratifikasi Eks Sekretaris MA Nurhadi
  • Didakwa Terima Suap, Nurhadi tak Ajukan Eksepsi
  • Anggota Berorientasi LGBT: Dipecat dari TNI, Nonjob di Polri
Berita Lainnya
  • Pembuang Sampah di Kalimalang Bekasi Serahkan Diri ke Polisi
  • DPRD Jabar Pelajari Perda Pesantren Nanggroe Aceh Darussalam

KPK Hati-Hati Terapkan TPPU kepada Nurhadi

KPK Hati-Hati Terapkan TPPU kepada Nurhadi

KPK Hati-Hati Terapkan TPPU kepada Nurhadi

KPK Hati-Hati Terapkan TPPU kepada Nurhadi

KPK Hati-Hati Terapkan TPPU kepada Nurhadi

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
harian pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya