0
Thumbs Up
Thumbs Down

KPK Eksekusi Mantan Aspri Imam Nahrawi ke LP Sukamiskin

Republika Online
Republika Online - Sat, 28 Nov 2020 00:46
Dilihat: 68
KPK Eksekusi Mantan Aspri Imam Nahrawi ke LP Sukamiskin

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan mantan asisten pribadi Imam Nahrawi ke Lapas Klas IA Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Ulum akan menjalani pidana penjara selama 6 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan.

"Pada Kamis (26/11) Jaksa Eksekusi KPK Rusdi Amin telah melaksanakan putusan Pengadilan Tipikor atas nama Terpidana MIftahul Ulum," kata Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan, Ali Fikri di Jakarta, Jumat (27/11).

Ali mengatakan, Ulum dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut yaitu bersama dengan Imam Nahrawi menerima suap dan gratifikasi. Selain itu, Ulum juga dipidana untuk membayar denda sebesar Rp200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menyatakan menerima banding yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas terdakwa Miftahul Ulum. Hukuman mantan asisten pribadi Imam Nahrawi itu menjadi 6 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Ulum merupakan terdakwa dalam kasus suap terkait pengurusan proposal dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan gratifikasi dari sejumlah pihak. Pada Pengadilan Tingkat Pertama pada Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat , Ulum divonis 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Namun, vonis terhadap Ulum berbeda jauh dengan tuntutan JPU KPK saat itu yakni 9 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan. Oleh karenanya, JPU KPK saat itu memutuskan untuk upaya banding.

Adapun, Majelis hakim yang memutus banding di PT DKI Jakarta terdiri dari Achmad Yusak selaku hakim ketua serta Brlafat Akbar dan Lafat Akbar selaku hakim anggota. Putusan tersebut telah dibacakan pada 25 September 2020 dan statusnya telah berkekuatan hukum tetap. Ulum dinilai terbukti sebagai perantara aktif penerimaan suap senilai Rp11,5 miliar dan gratifikasi sebesar Rp8,648 miliar.


Berita Terkait
  • Luhut Tetap Puji Edhy, Ingatkan KPK, dan Bela Ekspor Benur
  • KPK: Sepeda Dibeli Edhy di AS Bersamaan dengan Barang Mewah
  • Kasus Edhy Prabowo, Luhut Ingatkan KPK Jangan Berlebihan
Berita Lainnya
  • KPK Eksekusi Mantan Aspri Imam Nahrawi ke LP Sukamiskin
  • Harus Ada Pemahaman Sekolah tak Lagi Sama dengan Dulu

KPK Eksekusi Mantan Aspri Imam Nahrawi ke LP Sukamiskin

KPK Eksekusi Mantan Aspri Imam Nahrawi ke LP Sukamiskin

KPK Eksekusi Mantan Aspri Imam Nahrawi ke LP Sukamiskin

KPK Eksekusi Mantan Aspri Imam Nahrawi ke LP Sukamiskin

KPK Eksekusi Mantan Aspri Imam Nahrawi ke LP Sukamiskin

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya