0
Thumbs Up
Thumbs Down

KPK Awasi Titik Rawan Penyaluran Bansos oleh PD Pasar Jaya

Republika Online
Republika Online - Sat, 23 May 2020 09:46
Dilihat: 21
KPK Awasi Titik Rawan Penyaluran Bansos oleh PD Pasar Jaya

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan koordinasi dan pengawasan kepada BUMD DKI Jakarta, PD Pasar Jaya, sebagai salah satu penyedia dalam pengadaan barang dan jasa (PBJ) terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Adapun, anggaran bansos yang disalurkan melalui PD Pasar Jaya yakni senilai Rp 373 miliar.

Kasatgas Koordinasi Pencegahan Wilayah III KPK Aida Ratna Zulaikha mengatakan, KPK melalui Koordinasi Pencegahan Wilayah III bersama-sama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Inspektorat melakukan pendampingan dan pengawasan terkait 4 titik rawan dalam proses refocusing dan realokasi anggaran, PBJ, penyaluran bansos, serta pengelolaan bantuan yang masuk ke pemda DKI Jakarta. Koordinasi dilakukan KPK sebagai tindak lanjut atas mitigasi titik-titik rawan dalam penanganan Covid-19 khususnya dalam penyelenggaraan jaring pengaman sosial.

"Intinya untuk mempermudah post audit, perlu deteksi titik rawannya sejak dini. Pola good corporate governance (GCG) perusahaan harus diutamakan agar nanti dapat dipertanggung jawabkan," kata Aida di Jakarta, Jumat (22/5).

Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengungkapkan, sampai dengan 25 April 2020, PD Pasar Jaya telah mendistribusikan 100 persen dari target pengiriman bansos tahap 1 senilai total Rp 173,9 miliar. Tiap paket senilai Rp 149.500 terdiri dari beras 5 kg, minyak goreng 1liter, 2 buah sabun batang, 2 buah biskuit, 2 kaleng sardines dan 2 buah masker kain.

Dalam proses pendistribusian, PD Pasar Jaya melibatkan satuan terkecil di masyarakat seperti karang taruna dengan mengalokasikan dana distribusi Rp 13 ribu per paket yang diantarkan langsung kepada penerima. Sehingga, dari jumlah paket tahap 1 yaitu 1.194.633 paket yang disalurkan kepada 2.687 RW menghabiskan dana distribusi senilai Rp 5,8 miliar.

"Pada tahap I, untuk mengejar waktu yang cukup singkat, PD Pasar Jaya bekerja sama dengan 7 peretail swasta dengan pembagian jumlah paket sesuai kemampuan pengemasan pihak retail," kata Arief.

Tetapi, lanjutnya, pada tahap II yaitu 14-22 Mei 2020 dengan total 1.147.532 paket, PD Pasar Jaya mengelola sendiri ketersediaan barangnya dan hanya ada perbantuan terkait pengemasan.

"Sampai dengan tanggal 21 Mei 2020, total paket bansos tahap II terdistribusi sebanyak 550.436 tersebar di 1.219 RW," ucapnya.

Selain bansos berupa bahan makanan, sesuai Keputusan Gubernur No.435 Tahun 2020, Pemda DKI juga akan medistribusikan 20 juta masker kain untuk seluruh penduduk Jakarta melalui PD Pasar Jaya. Sampai dengan 21 Mei 2020 sudah terdistribusi sebanyak 18,4 juta masker kain tersebar di 210 kelurahan. Target penyelesaian distribusi masker ini sampai dengan 23 Mei 2020.

Inspektorat DKI Jakarta Michael Rolandi memastikan pihaknya terus mengawal penyaluran bansos oleh PD Pasar Jaya untuk mencegah potensi risiko. Ia juga memastikan total 1.194.633 paket bansos tahap pertama telah tersalurkan ke 1.700 RW dan 32.000 RT.

"Proses rekonsiliasi barang yang disalurkan ke masyarakat dapat dipertanggungjawabkan. Distribusi bansos diharapkan tepat jumlah, tepat kualitas, tepat sasaran dan tepat Waktu. Hanya ada sedikit kendala yaitu terkait keterlambatan proses produksi barang dan kebijakan WFH," kata Michael Rolandi.

Sebelumnya, pada Rabu (20/5) KPK juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial. Berdasarkan Keputusan Menteri Sosial No.54 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Bantuan Sosial Sembako dan Bantuan Sosial Tunai Dalam Penanganan Dampak Covid-19, bahwa bansos dilaksanakan untuk wilayah Jabodetabek dengan usulan penerima manfaat diperoleh dari DTKS dan usulan kepala daerah terkait.

Kepala Bagian Program dan Pelaporan, Sesditjen Perlindungan Dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Yadi Muchtar, mengakui, bahwa kendala yang paling sulit di atasi saat ini antara lain adalah ditemukannya data ganda dengan bansos DKI.

Menurutnya, anggaran untuk bansos berbasis keluarga yang secara keseluruhan terhitung Rp3,42 Triliun disalurkan pada 20 April, 4 Mei, 18 Mei, 1 Juni, 15 Juni, 29 Juni. Tahap 1 sudah tersalurkan 100% untuk wilayah DKI Jakarta dengan realisasi penerima bansos sembako sebanyak 955.321 KK sesuai target.

"Tahap 2 targetnya sebanyak 1,45 juta KK se-Jabodetabek akan menerima bantuan berupa beras bulog premium 25 kg. Dan tahap 3 ditargetkan sebanyak 1.734.182 KK se-Jabodetabek, di luar Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu yang akan menerima bantuan sembako. Sedangkan untuk Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu akan dikelola Pemprov DKI Jakarta," kata Yadi Muchtar.


Berita Terkait
  • Korupsi RTH, Mantan Anggota DPRD Bandung Segera Diadili
  • Penyaluran Bansos di Jakarta, KPK Koordinasi dengan PD Pasar
  • Serahkan THR ke Kemenfikbud, KPK Sempat Tangkap Pejabat UNJ
Berita Lainnya
  • KPK Awasi Titik Rawan Penyaluran Bansos oleh PD Pasar Jaya
  • Kasus Positif Covid-19 di Gunung Kidul Bertambah

KPK Awasi Titik Rawan Penyaluran Bansos oleh PD Pasar Jaya

KPK Awasi Titik Rawan Penyaluran Bansos oleh PD Pasar Jaya

KPK Awasi Titik Rawan Penyaluran Bansos oleh PD Pasar Jaya

KPK Awasi Titik Rawan Penyaluran Bansos oleh PD Pasar Jaya

KPK Awasi Titik Rawan Penyaluran Bansos oleh PD Pasar Jaya

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya