0
Thumbs Up
Thumbs Down

KPAI: Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Sekolah Meningkat

Republika Online
Republika Online - Mon, 09 Dec 2019 15:21
Dilihat: 21
KPAI: Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Sekolah Meningkat

JAKARTA -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat adanya peningkatan kekerasan seksual terhadap anak di lingkungan sekolah selama Januari hingga Oktober 2019.

"Dari pengaduan yang kami terima sebenarnya terjadi penurunan. Namun, level kekerasannya justru sangat meningkat. Dan yang agak mengerikan adalah kekerasan seksual karena terjadi peningkatan," kata Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti dalam Workshop Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Di satuan Pendidikan di Jakarta, Senin (9/12).

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, katanya, anak laki-laki dan perempuan mempunyai tingkat rentan yang sama dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak. KPAI mencatat kekerasan seksual di lingkungan pendidikan berjumlah 17 kasus dengan korban mencapai 89 anak, terdiri atas 55 perempuan dan 34 laki-laki.

Pelaku kekerasan seksual, katanya, mayoritas guru, yakni 88 persen dan kepala sekolah 22 persen. Pelaku dari kalangan guru, terdiri atas enam guru olahraga atau 40 persen, empat guru kelas atau 26,66 persen, dua guru agama atau 13,33 persen, dan masing-masing satu guru kesenian, komputer, dan IPS atau 6,66 persen.

Dari 17 kasus kekerasan seksual di sekolah tersebut, 11 kasus atau 64,70 persen terjadi di jenjang SD, empat kasus atau 23,53 persen jenjang SMP/sederajat, dan dua kasus atau 11,77 persen jenjang SMA.

Tingginya kasus kekerasan seksual di jenjang SD, katanya, karena anak-anak mudah diiming-imingi, takut diancam oleh guru, takut nilainya jelek, atau tidak naik kelas. Selain itu, mereka juga belum paham aktivitas seksual sehingga sering anak-anak tidak menyadari kalau dirinya menjadi korban pelecehan seksual.

Ia mengatakan modus pelaku kekerasan seksual di sekolah, di antaranya korban diajari matematika setelah jam belajar sehingga suasana sepi, korban diajak menonton film porno saat jam istirahat di dalam ruang kelas, korban diancam akan diberi nilai jelek, korban diberi uang oleh pelaku. Selain itu, korban diiming-imingi akan diberi telepon seluler, dipacari dan dijanjikan akan dinikahi hingga pelecehan seksual yang terjadi saat korban ganti pakaian olah raga di ruang ganti.

Lokasi pelecehan seksual di sekolah, banyak terjadi di ruang kelas, ruang kepala sekolah, kebun belakang sekolah, ruang laboratorium, ruang ganti pakaian, dan perpustakaan.

Berita Terkait
  • Guru SMP di Malang Cabuli Belasan Siswa Laki-Laki
  • 3.045 Pelecehan Seksual Terjadi di Taksi Daring
  • Kuasa Hukum Vina Garut Ragukan Saksi
Berita Lainnya
  • Klopp Sanjung Penampilan Pemain Pelapis Liverpool
  • Instagram Perketat Pendaftaran dengan Tanggal Lahir

KPAI: Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Sekolah Meningkat

KPAI: Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Sekolah Meningkat

KPAI: Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Sekolah Meningkat

KPAI: Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Sekolah Meningkat

KPAI: Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Sekolah Meningkat

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya