0
Thumbs Up
Thumbs Down

Korelasi Vaksin dengan Angka Kematian Nakes Belum Diketahui

Republika Online
Republika Online - Tue, 02 Mar 2021 22:21
Dilihat: 40
Korelasi Vaksin dengan Angka Kematian Nakes Belum Diketahui

JAKARTA -- Tenaga kesehatan (nakes) di Tanah Air yang meninggal dunia akibat Covid-19 terus bertambah lebih dari 718 jiwa meski vaksinasi Covid-19 telah dilakukan sejak Januari 2021 lalu. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, terlalu dini melihat korelasi vaksinasi dengan angka penularan dan kematian tenaga medis karena proses vaksinasi masih berjalan.

"Masih terlalu dini melihat (kematian) ini ya karena kan baru terbatas pada nakes. Apalagi, jika belum selesai sampai dosis kedua atau antibodi baru akan terbentuk pada 28 hari usai vaksin kedua," ujar Jubir Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi Republika, Selasa (2/3).

Ia menambahkan, sebanyak 1.448.254 nakes telah mendapatkan vaksin dosis pertama dan 256.985 mengalami penundaan vaksin atau sekitar 98,6 persen hingga per Senin (1/3). Kemudian 1.002.218 nakes telah mendapatkan vaksin kedua dan 7.810 mengalami penundaan atau sekitar 68,24 persen.

Sebelumnya Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi mengingatkan program vaksinasi Covid-19 yang menargetkan nakes Indonesia belum bisa dijadikan parameter penurunan angka kesakitan dan kematian para dokter. Dibutuhkan waktu dan data yang lengkap mengenai vaksinasi Covid-19 berhasil mengendalikan penularan dan kematian tenaga medis di Indonesia.

"Kami belum bisa mengatakan bahwa memang ada tren yang menurun terkait angka kematian dokter. Sekali lagi, kami belum bisa katakan korelasi positif dari vaksinasi, perlu ada data dan review juga," kata Adib dalam acara konferensi virtual PB IDI, Senin (1/3) sore.

Saat ini, dia melanjutkan, nakes didukung oleh adanya pelaksanaan vaksin. Tetapi belum ada data terkait korelasi vaksin dengan angka kematian dokter. PB IDI mencatat lebih dari 718 nakes tidak dapat tertolong akibat terpapar Covid-19 hingga per Ahad (28/2).

"Lebih dari 718 nakes gugur. Angka kematian tenaga medis ini terus meningkat," katanya.

Ia memperinci nakes yang terbanyak meninggal dunia yaitu dokter yaitu sebanyak 325 jiwa. Menurut catatan IDI, jumlah dokter yang meninggal dunia meningkat kalau dibandingkan dengan gugurnya tenaga kesehatan profesi ini per 17 Januari 2021 yaitu sebanyak 278 orang. Kemudian, dia melanjutkan, tenaga kesehatan lainnya yang tidak tertolong adalah 33 dokter gigi, 234 perawat per 15 Februari 2021, 106 bidan per 10 Februari 2021, 11 apoteker, dan 17 ahli teknologi laboratorium medis (ATLM).

"Mudah-mudahan tidak ada lagi kematian nakes," ujarnya.


Reaksi tubuh setelah divaksinasi - (Republika)
Berita Terkait
  • Pemkab Bekasi Vaksinasi Guru Pekan Depan Jika Cukup
  • Varian Baru Corona Jadi Ancaman Program Vaksinasi Covid-19
  • Diplomasi Vaksin Covid-19 China Dianggap Sukses
Berita Lainnya
  • PMI Sukabumi Terus Gencarkan Edukasi Prokes ke Warga
  • Dinkop Belitung Klaim Ekonomi Masyarakat Mulai Bangkit

Korelasi Vaksin dengan Angka Kematian Nakes Belum Diketahui

Korelasi Vaksin dengan Angka Kematian Nakes Belum Diketahui

Korelasi Vaksin dengan Angka Kematian Nakes Belum Diketahui

Korelasi Vaksin dengan Angka Kematian Nakes Belum Diketahui

Korelasi Vaksin dengan Angka Kematian Nakes Belum Diketahui

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya