0
Thumbs Up
Thumbs Down

Konsep Merdeka Belajar Belum Membumi

Republika Online
Republika Online - Wed, 29 Jul 2020 14:10
Dilihat: 32
Konsep Merdeka Belajar Belum Membumi

JAKARTA - Konsep Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan Nadiem Makarim belum bisa membumi atau diterapkan kepada dunia pendidikan di Tanah Air. Itu tak lain karena ada persoalan mendasar harus diselesaikan lebih dahulu agar ide tersebut bisa sukses saat diterapkan.

"Fakta dunia pendidikan kita saat ini yang terjadi sebenarnya baru sampai pada tahap baru belajar merdeka, jauh dari apa diwacanakan sebagai konsep Merdeka Belajar itu," kata rektor STAIN Bengkalis Prof. Samsul Nizar dalam seminar daring atau Webinar yang dihelat Pusat Studi Buya Hamka (PSBH) di Jakarta, Rabu (29/7).

Diskusi ini menghadirkan juga Prof. Fasli Jalal, wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) 2010-2011; Muhammad Yuanda Zara, P.hD, dan Budi Johan dari PSBH selaku pemantik sekaligus moderator diskusi.

Nizar melanjutkan konsep merdeka belajar yang dicanangkan oleh Kemendikbud tidak begitu terlihat. Kebijakan turunan dari merdeka belajar dari Kemendikbud, kata dia, tidak menjelaskan merdeka belajar.

Empat kebijakan turunan, yakni penghapusan ujian nasional, ujian sekolah, penyederhanaan RPP, sistem zonasi, tidak memperlihatkan konsep merdeka belajar.

"Yang dikatakan oleh Buya Hamka justru lebih jelas oleh kita ketimbang yang ditampilkan, yang dipopulerkan belakangan ini" sambung penulis disertasi pendidikan Islam Hamka ini.

Dr. Bunyamin, wakil Rektor IV Universitas Hamka yang menjadi keynote speaker mengatakan diskusi hadir untuk menggali apakah ada pemikiran-pemikiran Buya Hamka terkait dengan Merdeka Belajar.

Merdeka Belajar seperti yang diusung oleh Kemendikbud, menurut Bunyamin, bukan sebagai sesuatu yang baru. "Kalau saya melihat sesungguhnya di kalangan santri Merdeka Belajar saya lihat sesuatu hal yang lumrah dan biasa saja," ujar Bunyamin.


Sementara itu, Budi Johan menilai Buya Hamka adalah orang yang sudah merdeka dalam belajar dan berhasil. Keberhasilan Hamka itu, kata dia, terlihat dari capaian penghargaan Doktor Honoris Causa dari Universitas Azhar, Mesir. "Buya Hamka sendiri dari awal sudah merdeka belajar," ujarnya.

Berita Terkait
  • Nadiem Minta Maaf, Muhammadiyah Sudah Bulat Tolak POP
  • Nadiem Tegaskan Tanoto dan Sampoerna tak Pakai APBN
  • Nadiem Minta Maaf Soal Kisruh POP Kemendikbud
Berita Lainnya
  • Pengacara Denny Siregar Sebut Kasus Selesai, Ini Kata Polisi
  • Petra Sihombing Ajak Duet Hindia di Single Terbaru

Konsep Merdeka Belajar Belum Membumi

Konsep Merdeka Belajar Belum Membumi

Konsep Merdeka Belajar Belum Membumi

Konsep Merdeka Belajar Belum Membumi

Konsep Merdeka Belajar Belum Membumi

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya