0
Thumbs Up
Thumbs Down

Komnas HAM Soroti Kenaikan Intoleransi di Kalangan Terdidik

Republika Online
Republika Online - Sat, 16 Nov 2019 04:25
Dilihat: 38
Komnas HAM Soroti Kenaikan Intoleransi di Kalangan Terdidik

JAKARTA -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mencatat sikap intoleransi yang ditunjukkan oleh kalangan terdidik di perkotaan mengalami tren peningkatan. Mereka berada di posisi kelas menengah.

"Temuannya ada tren peningkatan sikap intoleransi, jadi sikapnya, yang pada data itu menunjukkan kelas menengah, tinggal di kota, pemuda, dan terdidik," ujar Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di Jakarta, Jumat.

Taufan mengatakan berdasarkan temuan tersebut, sikap intoleransi kalangan terdidik di perkotaan meningkat hingga angka 50 persen, dari sebelumnya yang berada di angka 20 persen.

Namun demikian, kata dia, lonjakan persentase tersebut terjadi hanya pada isu-isu tertentu yang berkaitan dengan ibadah dan isu keagamaan.

"Misalnya soal mendirikan rumah ibadah, karena kaitannya dengan rumah ibadah maka dia menolak. Tinggi itu tingkatnya. Tapi kalau ada orang beragama lain tinggal di dekat dia, itu penolakan tidak terlalu tinggi. Soal ibadah dan agama itu paling tinggi," ucap dia.

Menurut Taufan, terjadinya peningkatan sikap intoleransi pada kalangan generasi muda terdidik di perkotaan disebabkan oleh banyak hal.

Mereka, kata dia, kini memiliki kecenderungan untuk lebih memilih bergaul dengan sesama agama, suku, atau latar belakang sosial, ketimbang berinteraksi lebih terbuka dengan kelompok lain.

Di lingkungan sekolah, lanjut dia, pendidikan agama cenderung diterapkan dengan lebih eksklusif. Sikap menghargai agama lain dalam kurikulum pendidikan di sekolah dinilai cenderung semakin berkurang.

Hal tersebut kemudian berlanjut di tingkat perguruan tinggi. Banyak organisasi-organisasi mahasiswa yang bersifat eksklusif.

"Itu temuan temuan. Tapi bisa dibantah penelitian-penelitian yang lain bisa menunjukkan indikasi yang lain. Tapi kita harus mengakui ada persoalan," kata dia.

Lebih lanjut Taufan mengatakan indikasi lain bisa dilihat dari meningkatnya pengaduan masyarakat ke Komnas HAM terkait perilaku intoleransi di masyarakat, misalnya aksi perusakan tempat ibadah atau tindakan menghalangi seseorang dalam menjalankan peribadatan.


"Indikasi-indikasi itu juga didukung oleh praktik-praktik otonomi daerah di mana ada beberapa daerah yang mencoba menginisiasi regulasi-regulasi yang dengan basis agama," ujar Taufan

Berita Terkait
    Berita Lainnya
    • Viola Davis Ikut Tanggapi Martin Scorsese
    • Dompet Dhuafa Ajak Sumbang Sepatu Layak Pakai di EJM 2019

    Komnas HAM Soroti Kenaikan Intoleransi di Kalangan Terdidik

    Komnas HAM Soroti Kenaikan Intoleransi di Kalangan Terdidik

    Komnas HAM Soroti Kenaikan Intoleransi di Kalangan Terdidik

    Komnas HAM Soroti Kenaikan Intoleransi di Kalangan Terdidik

    Komnas HAM Soroti Kenaikan Intoleransi di Kalangan Terdidik

      
    PARTNER KAMI
    JPNN
    Republika Online
    LIPUTAN6
    okezone
    BBC
    bintang
    bola
    inilahcom
    Antvklik
    rumah123
    Rumah
    Love Indonesia
    CENTROONE
    wartaekonomi
    Voice of America
    Popular
    Gocekan
    Teqnoforia
    Angelsontrip
    Makanyuks
    telsetNews
    BisnisWisata
    Jakarta Kita
    Indonesia Raya News
    RajaMobil
    Mobil123
    Otospirit
    MakeMac
    Indotelko
    Inditourist
    TEKNOSAINS
    MotorExpertz
    Mobil WOW
    Oto
    Kpop Chart
    salamkorea
    slidegossip
    Hotabis
    INFOJAMBI
    Japanese STATION
    SeleBuzz
    Cintamobil
    Football5star
    Citra Indonesia
    OTORAI
    Sehatly
    Hetanews
    Inikata
    Nusabali
    Garduoto
    Beritakalimantan
    batampos
    covesia
    carmudi
    idnation
    inipasti
    teknorush
    winnetnews
    mediaapakabar
    carvaganza
    mediakepri
    kabarsurabaya