0
Thumbs Up
Thumbs Down

Komnas HAM: Polri Akui Ada Kekerasan ke Korban Aksi 22 Mei

Republika Online
Republika Online - Mon, 22 Jul 2019 14:31
Dilihat: 28
Komnas HAM: Polri Akui Ada Kekerasan ke Korban Aksi 22 Mei

JAKARTA -- Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) menyerahkan empat temuan video baru terkait kericuhan 22 Mei 2019 kepada Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Video baru itu diduga menunjukkan tindak kekerasan kepada korban kericuhan 22 Mei 2019 oleh oknum aparat kepolisian

"Kami datangkan lagi ada empat kasus, kita putarkan videonya kita kasih data-data, itu diakui mereka," ujar Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (22/7).

Setelah menunjukkan video tersebut, lanjut Taufan, Polri menjelaskan aksi yang diduga kekerasan tersebut lantaran faktor emosional. "Mereka sudah jelaskan bahwa orang ini reaksi emosional dari oknum Brimob tersebut karena perumahan tempat dia tinggal di asrama Brimob itu diserang, jadi emosional lah dia," ungkap Taufan.

Dari empat video dengan berbagai lokasi yang berbeda seperti Kedutaan Spanyol dan di depan kantor Mako Brimob, hanya satu video yang masih belum ada kejelasan. Kendati demikian, Taufan berpendapat faktor apapun tidak bisa diselesaikan dengan tindakan kekerasan sekalipun kepada terduga pelaku kericuhan dan meminta Polri untuk dengan tegas menindak oknum aparat tersebut.

"Kalau tidak salah tadi tinggal satu yang belum jelas. Misalnya video yang ada orang dipukul dengan helm, itu mereka sudah dapat pelakunya dan tentu akan dapat tindakan," kata Taufan.

Selain itu, Taufan juga meminta kepada Irwasum Polri untuk secara khusus mempublikasikan proses pendisiplinan terhadap oknum tersebut agar publik juga bisa menilai.

Sementara itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra menegaskan hukuman bagi anggota tidak hanya ditempatkan pada tempat khusus selama 21 hari namun berbagai tindak pendisiplinan lainnya. "Ada lanjutan bagi anggota yang kena hukuman itu, dia nanti menjadi catatan personelyang mempengaruhi karir, jabatan, pangkat, dan sekolahnya. Ini merupakan hal yang berat juga diterima bagi anggota Polri apabila melakukan kesalahan," kata Kombes Pol Asep menegaskan.

Berita Terkait
  • Polri Masih Tindak Lanjuti Temuan Komnas HAM Terkait 22 Mei
  • Ini Kasus Hak Asasi Manusia yang Menonjol
  • Proyektil Korban Kerusuhan 22 Mei Berasal Dari Senjata Glock
Berita Lainnya
  • Pelayanan Haji Dinilai Meningkat
  • Daarut Tauhid Hadirkan Senyum untuk Seli

Komnas HAM: Polri Akui Ada Kekerasan ke Korban Aksi 22 Mei

Komnas HAM: Polri Akui Ada Kekerasan ke Korban Aksi 22 Mei

Komnas HAM: Polri Akui Ada Kekerasan ke Korban Aksi 22 Mei

Komnas HAM: Polri Akui Ada Kekerasan ke Korban Aksi 22 Mei

Komnas HAM: Polri Akui Ada Kekerasan ke Korban Aksi 22 Mei

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya