0
Thumbs Up
Thumbs Down

Komjak tak Tutup Kemungkinan Panggil Tiga JPU Kasus Novel

Republika Online
Republika Online - Fri, 03 Jul 2020 03:36
Dilihat: 47
Komjak tak Tutup Kemungkinan Panggil Tiga JPU Kasus Novel

JAKARTA - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan telah memberi klarifikasi kepada Komisi Kejaksaan Agung (Komjak) ihwal laporan tim penasihat hukumnya. Ini terkait rendahnya tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap dua terdakwa penyerangnya. Novel berharap peradilan semakin baik.

"Klarifikasi (Komjak) dan penyampaian hal-hal berkaitan dengan laporan saya dan kuasa hukum. Tentunya kita semua berharap peradilan semakin baik ke depan," kata Novel di Jakarta, Kamis (2/7).

Novel juga berharap Kejaksaan Agung dapat berlaku objektif dalam menangani perakara hukum. "Ini adalah bentuk dukungan saya dan kita semua terkait dengan kebaikan penegakan hukum ke depan. Tentunya dengan tugas-tugas Komisi Kejaksaan Agung. Kita tentunya mengapresiasi respons dari Komjak yang begitu baik," tutur Novel.

Komisi Kejaksaan RI mengaku tak menutup kemungkinan akan memangil tiga Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Pemanggilan tersebut, untuk klarifikasi terkait sorotan publik atas kinerja tiga JPU Fedrik Adhar Syarifuddin, Ahmad Patoni, dan Satria Irawan.

"Jadi, karena tugas itu diatur kami tidak menutup kemungkinan akan menindaklanjutinya (memanggil JPU). Itu memang bagian tugas dan kewenangan. Tapi, karena proses peradilan kita tunggu dulu," ujar Ketua Komisi Kejaksaan Barita Simanjuntak di Jakarta, Kamis (2/7).

Komisi Kejaksaan, kata dia, membutuhkan keterangan JPU atas laporan yang dilayangkan Novel dan Tim Penasihat Hukum terkait tuntutan ringan dua polisi yang menjadi terdakwa kasus teror air keras. Tindakan tersebut, lanjut dia, agar pihaknya dapat menangani laporan secara objektif

"Jadi, ada penjelasan dari Pak Novel Baswedan, kemudian ada pertimbangan hakim putusannya, baru nanti kita minta dari tim penuntut umum supaya komprehensif dan objektif. Jadi, output-nya rekomendasi," katanya.

Nantinya, hasil rekomendasi dapat berupa penghargaan dan hukuman. "Kewajiban komisi selesai ketika rekomendasi disampaikan. Apabila rekomendasi itu tidak dijalankan Jaksa Agung, kita menyampaikan kepada Presiden," jelasnya.


Berita Terkait
  • Komunikasi Transparansi, Mengupayakan Keadilan Kasus Novel
  • Novel Baswedan tak Menaruh Harapan pada Vonis Hakim
  • Novel Baswedan akan Absen di Sidang Vonis Penyerangnya
Berita Lainnya
  • Komjak tak Tutup Kemungkinan Panggil Tiga JPU Kasus Novel
  • WHO: Merokok Tingkatkan Risiko Keparahan Covid-19

Komjak tak Tutup Kemungkinan Panggil Tiga JPU Kasus Novel

Komjak tak Tutup Kemungkinan Panggil Tiga JPU Kasus Novel

Komjak tak Tutup Kemungkinan Panggil Tiga JPU Kasus Novel

Komjak tak Tutup Kemungkinan Panggil Tiga JPU Kasus Novel

Komjak tak Tutup Kemungkinan Panggil Tiga JPU Kasus Novel

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya