0
Thumbs Up
Thumbs Down

Komisi VI Minta Kementerian BUMN Jaga Kesehatan Perusahaan

Republika Online
Republika Online - Thu, 20 Feb 2020 20:49
Dilihat: 26
Komisi VI Minta Kementerian BUMN Jaga Kesehatan Perusahaan

JAKARTA -- Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai kesehatan perusahaan BUMN dalam menjalankan kebijakan pemerintah harus terus dijaga. Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron mengatakan pemerintah harus membedakan perusahaan BUMN yang bertugas melayani publik dan menjalankan penugasan pemerintah agar tidak membebani perusahaan. Herman mengambil contoh yang sedang hangat mengenai penurunan harga gas menjadi 6 dolar AS per MMBTU.

"Jika ada kemudian BUMN yang diposisikan untuk pelayanan publik, bahkan untuk penugasan pemerintah," ujar Herman saat rapat kerja Kementerian BUMN dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/2).

Herman mencontohkan rencana penurunan harga gas menjadi 6 dolar AS per MMBTU pada tingkat konsumen industri akan memberatkan jika dibebankan ke PGN selaku perusahaan yang bertugas mendistribusikan gas pipa.

"Contoh PGN menekan 6 dolar AS, itu sudah rontok (sahamnya), tapi PGN ini sudah rontok duluan," kata Herman.

Herman meminta pemerintah melakukan kajian terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan menugaskan perusahaan BUMN agar tidak membebankan perusahaan.

"Yang saya minta ini dibicarakan dulu lah di tingkat kementerian, dalam pandangan saya ini dikaji dulu. Mana yang perlu penugasan, mana yang tidak," ucap Herman.

Anggota Komisi VI dari Fraksi PKS Amin AK mengatakan pembenahan perusahaan BUMN perlu dilakukan secara masif supaya kinerja keuangan perusahaan membaik. Dengan begitu, pendapatan negara dari perusahaan BUMN Meningkat signifikan.

"Saya yakin kalau pembenahan yang dilakukan itu sangat radikal, menyentuh aspek-aspek yang menyentuh BUMN saya yakin dividen terhadap penerimaan negara itu nanti benar-benar diperhatikan pak, supaya terlihat signifikan," kata Herman.

Pembenahan BUMN memang menjadi fokus Menteri BUMN Erick Thohir. Erick mengatakan Kementerian BUMN melakukan pendekatan manajemen portofolio BUMN dengan empat kategori yakni surplus creators di mana BUMN yang fokus menghasilkan nilai ekonomi dan memberikan nilai tambah bagi bangsa, Welfare creators bagi BUMN yang fokus utama pada pelayanan publik, strategic value yang merupakan BUMN yang bertugas memberikan nilai ekonomi sekaligus memberikan pelayanan publik, dan dead weight bagi BUMN yang tidak memiliki nilai ekonomi dan pelayanan publik.

Erick mengambil contoh dua BUMN seperti perusahaan industri sandang dan nusantara dan Kertas Kraft Aceh yang tidak maksimal dalam nilai ekonomi maupun pelayanan publik.


"Ini masuk ke kategori ini akan diputuskan, salah disehatkan, diperbaiki, tapi mohon kerendahan hati kalau harus dilikudiasi," ujar Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/2).

Berita Terkait
  • Erick Thohir akan Bereskan BUMN-BUMN Rugi
  • Erick Thohir Sebut Lima Prioritas untuk Fondasi BUMN
  • 2024, Erick Thohir Targetkan Laba Bersih BUMN Naik 50 Persen
Berita Lainnya
  • Thailand Temukan Enam Kasus Baru Virus Corona
  • Arena Bermain di IBF 2020 Bisa Tampung 400 Anak

Komisi VI Minta Kementerian BUMN Jaga Kesehatan Perusahaan

Komisi VI Minta Kementerian BUMN Jaga Kesehatan Perusahaan

Komisi VI Minta Kementerian BUMN Jaga Kesehatan Perusahaan

Komisi VI Minta Kementerian BUMN Jaga Kesehatan Perusahaan

Komisi VI Minta Kementerian BUMN Jaga Kesehatan Perusahaan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya