0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kisah Yoshiro Sondakh, Tolak Mengeluh Meski Tak Punya HP untuk Belajar Online

okezone
okezone - Thu, 01 Oct 2020 11:40
Dilihat: 41
Kisah Yoshiro Sondakh, Tolak Mengeluh Meski Tak Punya HP untuk Belajar Online

MANADO - Yoshiro Sondakh, siswa kelas VII SMA Negeri 2 Pineleng setiap hari menempuh 3 KM dari rumahnya ke sekolah menggunakan sepeda. Hal tersebut terpaksa dilakukannya agar bisa mengenyam pendidikan formal.

Anak pertama dari tiga orang bersaudara itu tidak memiliki smartphone/HP untuk belajar online. Hanya ada satu milik ibunya, itu pun sudah dipakai adiknya yang masih duduk dibangku sekolah dasar.

Ibunya tidak mampu membelikan smartphone karena selain seorang single parent, bunda yang dahulu bekerja di pabrik pengolahan minyak kelapa terpaksa dirumahkan akibat dampak pandemi Covid-19.

Setiap hari, sekira pukul 07.30 Wita dia sudah mengayuh sepeda dari rumahnya yang terletak di Jalan Mogandi No.5, Sea, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, menuju sekolahnya di Jalan Veteran, Sea I, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa.

Dengan menggunakan sepeda, dia menempuh jarak sekira 3 Km setiap hari. Pernah suatu kali sepedanya rusak, dia pun terpaksa jalan kaki menuju sekolahnya.

Seringkali Yoshiro tiba terlebih dahulu di sekolah dibanding guru-gurunya. Setiap hari dia belajar secara luring terlebih dahulu di dalam kelas, mendapat tugas, kemudian pindah ke ruangan laboratorium komputer untuk belajar dengan menonton pembelajaran via youtube sambil menyelesaikan tugas yang diberikan.

Baca Juga: Kisah Bocah SD, Berjalan Satu Kaki 1.000 Meter Menuju Sekolah

Aktivitas tersebut sudah dijalaninya sejak Mei, meski mengaku merasa capek mengayuh sepeda setiap hari. Namun semua itu bisa dikalahkan dengan semangatnya yang tinggi untuk mendapatkan pendidikan.

"Sejak mulai sekolah sudah rajin datang ke sekolah, sekira bulan Mei. Ada rasa capek juga harus mengayuh sepeda setiap hari, namun karena ingin belajar tetap saya datang demi untuk mencapai cita-cita," kata Yoshiro yang berkeinginan kelak menjadi ahli penerjemah bahasa Inggris, Kamis (1/10/2020).

Selain mendapat pelajaran sesuai jadwal mata pelajaran, sering di saat waktu lowong, guru-gurunya yang lain memberikan pembelajaran tambahan kepadanya.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) urusan kurikulum Mike Buol mengatakan sejak masuk di sekolah tahun pelajaran 2020/2021, siswa itu meminta untuk luring.


Baca Juga: Kisah Siswa di Pedalaman, Mendaki Bukit 3 Km Demi Sinyal untuk Belajar Online

Sumber: okezone

Kisah Yoshiro Sondakh, Tolak Mengeluh Meski Tak Punya HP untuk Belajar Online

Kisah Yoshiro Sondakh, Tolak Mengeluh Meski Tak Punya HP untuk Belajar Online

Kisah Yoshiro Sondakh, Tolak Mengeluh Meski Tak Punya HP untuk Belajar Online

Kisah Yoshiro Sondakh, Tolak Mengeluh Meski Tak Punya HP untuk Belajar Online

Kisah Yoshiro Sondakh, Tolak Mengeluh Meski Tak Punya HP untuk Belajar Online

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya