0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kisah Syarif Makkah Pada Era Ottoman Turki

Republika Online
Republika Online - Wed, 01 Apr 2020 11:33
Dilihat: 22
Kisah Syarif Makkah Pada  Era Ottoman Turki

Oleh: Muhammad Subarkah, Jurnalis Republika

Pada 1517, yakni pada masa Sultan Utsmani Selim I memerintah di Ottoman, kala itu dia mulai mengalihkan perhatiannya ke Kesultanan Mamluk. Hal ini dilakukan setelah menyadari betapa luas wilayah kekuasaannya membentang dari Suriah utara sampai semenanjung Arab dengan beribu kota di Kairo.

Niat ini makin mengeras setelah Selim melihat bahwa Mamluk akan bersekutu dengan Syah di Persia untuk mengalahkannya. Kejengkelan ini pun sudah terjadi bertahun-tahun.

Selain itu, Sultan Selim semakin yakin atas rencananya itu dengan alasan bahwa Mamluk terlalu lemah untuk menangkal Portugis yang kala itu sangat agresif mengancam keberadaan wilayah semenanjung Arab dengan kota-kota sucinya. Sikap Portugis ini terjadi sebagai hasil dari kegiatan mereka di Samudera Hindia dan Laut Merah.

Maka, Sultan Selim memutuskan bersama tentarana memasuki Kairo pada Januari 1517. Niatan ini berhasil setelah melakukan pertempuran sengit. Pada saat itu ia juga mengambil gelar khalifah yang merupakan hak prerogatif Sultan Mamluk.

Beberapa bulan kemudian, Sultan Selim dan pasukannya melanjutkan invasi untuk menaklukkan Makkah dan Madinah. Meski begitu ia tidak pernah berperang karena sharif (gubernur) Mekah telah memberinya kunci gerbang kedua kota itu.

Maka pada