0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kiai Said: Intelektualitas Kunci Menjadi Umat Moderat

Republika Online
Republika Online - Fri, 13 Sep 2019 07:20
Dilihat: 38
Kiai Said: Intelektualitas Kunci Menjadi Umat Moderat

JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj, kembali menegaskan bahwa Islam adalah agama wasthiyah atau moderat. Sedangkan untuk menjadi umat yang washatan, ia menyebut intelektualitaslah yang menjadi kuncinya.

Menjadi umat yang moderat, ujar Kiai Said, secara tidak langsung terungkap dalam Alqur'an. Sebab, tak ada tercantum terminolgi 'Umat Islam' di dalamnya, melainkan yang tersurat adalah Umattan Washatan. Artinya, Alqur'an menekankan kualitas keumatan, bukan hanya simbol ataupun label formal.

"Yang diharapakan oleh Alqur'an adalah kita menjadi umat yang moderat, keren, berwibawa, dan mampu berperan di segala lini," ucap Kiai Said ketika menjadi pembicara dalam seminar bertajuk 'Selamatkan Indonesia dari Radikalis, Teroris, dan Separatis' di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (12/9).

Sedangkan untuk menuju umat yang washatan itu, lanjut Said, dibutuhkan intelektualitas yang maksimal dan pemahaman Islam yang juga maksimal. "Tanpa ilmu pengetahuan, tidak mungkin bersikap wasathiyah. Sebaliknya, yang tidak bersikap wasathiyah berarti masih belum memahami agama islam dengan benar dan dengan baik," ucap Kiai Said.

Menjadi umat yang washatan, kata Kiai Said, sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad dalam berbagai kesempatan dan berbagai bidang kehidupan. Salah satunya, ketika nabi mengetahui salah seorang sahabatnya yang memaksa anaknya sendiri untuk memeluk Islam. Bahkan mengancam untuk membunuh anaknya itu.

Mengetahui kondisi demikian, lanjut Kiai Said, nabi langsung mendapat wahyu dari Allah yang melarang tindakan teror dalam agama. "Ayah megancam anak sendiri saja dilarang oleh Alquran, apalagi yang bukan anak, bukan ponakan, bukan famili. Itu konteks ayat ini bukti Islam sebagai agama yang wasathiyah, sangat moderat," ucap Kiai Said.

Ia menambahkan, wasathiyah Islam juga ditunjukkan ketika nabi membangun peradaban di Madinah. Nabi berhasil membangun Madinah sebagai negara memperlakukan semua warganya secara adil. Baik haknya mapun kewajibannya. Bahkan kaum yahudi dan non muslim lainnya diperlakukan sama.

Madinah, lanjut Kiai Said, adalah wujud nyata bagaimana nabi membangun dan melaksanakan sistem kewarganegaraan yang memiliki satu visi bersama.
"Oleh karena itu negeri itu namanya Negara Madinah, bukan Negara Islam ataupun Negara Arab. Madinah adalah negara yang beradab," terang Kiai Said


Berita Terkait
  • Semangat Beragama Umat Perlu Direspons Pemerintah
  • Jaga Semangat Beragama Umat Islam
  • Semangat Beragama Umat Islam Dinilai Meningkat
Berita Lainnya
  • Bentrok TNI dan Warga, Belasan Terluka
  • Presiden Ketiga BJ Habibie Meninggal Dunia

Kiai Said: Intelektualitas Kunci Menjadi Umat Moderat

Kiai Said: Intelektualitas Kunci Menjadi Umat Moderat

Kiai Said: Intelektualitas Kunci Menjadi Umat Moderat

Kiai Said: Intelektualitas Kunci Menjadi Umat Moderat

Kiai Said: Intelektualitas Kunci Menjadi Umat Moderat

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya