0
Thumbs Up
Thumbs Down

Keyakinan FBI Soal China Ingin Curi Data Vaksin Virus Corona Terbukti karena...

wartaekonomi
wartaekonomi - Tue, 12 May 2020 16:16
Dilihat: 27
Washington

FBI dan ahli keamanan siber percaya para hacker (peretas) China berusaha mencuri penelitian Amerika Serikat (AS) tentang pengembangan vaksin untuk melawan virus corona baru penyebab penyakit Covid-19.

Tudingan Biro Investigasi Federal (FBI) itu muncul dalam laporan dua surat kabar Amerika, Wall Street Journal dan The New York Times.

Baca Juga: Kabar Baik, WHO Rilis 8 Bakal Calon Terbaik Vaksin Virus Corona

Laporan itu mengatakan FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika berencana untuk mengeluarkan peringatan tentang peretasan China ketika pemerintah dan perusahaan swasta berlomba untuk mengembangkan vaksin untuk Covid-19.

Para peretas juga menargetkan informasi dan kekayaan intelektual tentang perawatan dan tes untuk Covid-19. Para pejabat AS, lanjut laporan tersebut, menuduh para peretas terkait dengan pemerintah China.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian menolak tuduhan itu. Dia mengatakan China dengan tegas menentang semua serangan dunia maya.

"Kami memimpin dunia dalam pengobatan Covid-19 dan penelitian vaksin. Adalah tidak bermoral menargetkan China dengan rumor dan fitnah tanpa adanya bukti," kata Zhao, seperti dikutip AFP, Selasa (12/5/2020).

Ditanya tentang laporan tersebut, Presiden AS Donald Trump menolak mengonfirmasi. "Apa lagi yang baru dengan China? Apa lagi yang baru? Ceritakan kepada saya. Saya tidak senang dengan China," kata Trump.

"Kami menontonnya dengan sangat cermat," ujarnya.

Peringatan FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, jika dikeluarkan, akan menambah serangkaian peringatan dan laporan yang menuduh para peretas yang didukung pemerintah di Iran, Korea Utara, Rusia, dan China melakukan aktivitas jahat terkait pandemi, dari mengumbar berita palsu hingga menargetkan pekerja dan ilmuwan.

The New York Times dalam laporannya mengatakan peringatan itu bisa menjadi awal serangan balik yang disetujui secara resmi oleh agen-agen AS yang terlibat dalam perang siber, termasuk Komando Siber Pentagon dan Badan Keamanan Nasional.


Pekan lalu dalam sebuah pesan bersama, Inggris dan Amerika Serikat memperingatkan akan meningkatnya serangan dunia maya terhadap para profesional kesehatan yang terlibat dalam respons virus corona oleh para penjahat terorganisir yang sering dikaitkan dengan aktor-aktor negara lain.

Penulis: Redaksi

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: IStock

Sumber: wartaekonomi

Keyakinan FBI Soal China Ingin Curi Data Vaksin Virus Corona Terbukti karena...

Keyakinan FBI Soal China Ingin Curi Data Vaksin Virus Corona Terbukti karena...

Keyakinan FBI Soal China Ingin Curi Data Vaksin Virus Corona Terbukti karena...

Keyakinan FBI Soal China Ingin Curi Data Vaksin Virus Corona Terbukti karena...

Keyakinan FBI Soal China Ingin Curi Data Vaksin Virus Corona Terbukti karena...

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya